Dahsyatnya Jorge Lorenzo
Minggu, 13/04/2008 21:33 WIB

AFP/Miguel Riopa
Estoril - Sampai dengan seri ketiga, Jorge Lorenzo tampil gemilang. Tiga kali pole position dan tiga kali naik podium ditorehkan rookie yang membalap untuk Yamaha itu, di mana podium yang terakhir adalah yang teratas.
Lorenzo yang musim lalu masih berlaga di ajang 250 cc, memulai debutnya di MotoGP dengan menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Di sana dia juga mampu jadi runner-up dalam balapan.
Pada seri kedua di Jerez, posisi pole kembali ditempati pembalap Spanyol berusia 20 tahun tersebut, meski kali ini dalam balapan dia hanya mampu finis di posisi ketiga. Pole ketiga lantas dicatatkannya di Estoril, sebuah raihan yang disebut situs MotoGP sebagai "trinitas agung" pole position Lorenzo.
"Setiap pole position terasa seperti mimpi dan aku tak percaya aku ada di sini lagi. Saya sangat bangga memiliki catatan seperti ini dan faktanya aku sangat bahagia bisa lolos kualifikasi di tempat terdepan di sini karena trek ini selalu menyulitkan bagiku dan aku belum pernah pole di sini sebelumnya," tukas Lorenzo sebelum balapan, seperti dilansir MotoLive.
Rekan satu tim Valentino Rossi itu memang belum pernah bisa berjaya di Estoril ketika masih membalap untuk ajang di bawah MotoGP. Namun, kali ini jauh berbeda. Selain mencatatkan fastest lap dalam balapan, Minggu (13/4/2008), mahkota juara MotoGP Portugal juga diraih.
Sebelum memenangi balapan ini, Lorenzo acap merendah ketika ditanyai soal target. Maka, kenyataan kalau dirinya kemudian malah jadi juara, disambut penuh sukacita. "Itu luar biasa, itu sensasi yang tak bisa kugambarkan. Awalnya sedikit gila karena hujan, ada sedikit air (di trek). Lalu aku tak ingat apa-apa lagi," seru dia bahagia, seperti dilansir Autosport.
Lebih luar biasa lagi, Lorenzo mampu menyalip rekannya yang adalah juara dunia empat kali MotoGP, Rossi, lewat sebuah manuver dalam balapan. "Ada resiko, namun itu sudah waktunya melewati dia karena kupikir aku bisa lewat dan aku harus melewatinya," lugas Lorenzo.
Walau begitu, Lorenzo tetap merendah. Alih-alih memuji kemampuan diri sendiri yang sudah mampu memenangi balapan, dia justru melontarkan pujian buat pihak-pihak lain. "Pertama-tama aku ingin berterimakasih kepada Yamaha atas kepercayaan mereka kepadaku, dan kepada semua sponsorku, karena tanpa mereka aku takkan ada di sini."
Sejauh ini, keputusan Yamaha menggaet juara 250cc tahun 2006 dan 2007 itu memang terbukti tak keliru. "Itu adalah keputusan dini yang kami ambil lebih dari setahun lalu. Tapi Anda sudah lihat awal musim ini dia sudah begitu fenomenal: dia mencatatkan tiga pole position dan sebuah kemenangan, dan kini memimpin klasemen (bersama Dani Pedrossa), yang merupakan hal mengagumkan buat seorang rookie," puji bos tim Yamaha Lin Jarvis, kepada BBC.
Selamat, Lorenzo.
( krs / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Lorenzo yang musim lalu masih berlaga di ajang 250 cc, memulai debutnya di MotoGP dengan menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Di sana dia juga mampu jadi runner-up dalam balapan.
Pada seri kedua di Jerez, posisi pole kembali ditempati pembalap Spanyol berusia 20 tahun tersebut, meski kali ini dalam balapan dia hanya mampu finis di posisi ketiga. Pole ketiga lantas dicatatkannya di Estoril, sebuah raihan yang disebut situs MotoGP sebagai "trinitas agung" pole position Lorenzo.
"Setiap pole position terasa seperti mimpi dan aku tak percaya aku ada di sini lagi. Saya sangat bangga memiliki catatan seperti ini dan faktanya aku sangat bahagia bisa lolos kualifikasi di tempat terdepan di sini karena trek ini selalu menyulitkan bagiku dan aku belum pernah pole di sini sebelumnya," tukas Lorenzo sebelum balapan, seperti dilansir MotoLive.
Rekan satu tim Valentino Rossi itu memang belum pernah bisa berjaya di Estoril ketika masih membalap untuk ajang di bawah MotoGP. Namun, kali ini jauh berbeda. Selain mencatatkan fastest lap dalam balapan, Minggu (13/4/2008), mahkota juara MotoGP Portugal juga diraih.
Sebelum memenangi balapan ini, Lorenzo acap merendah ketika ditanyai soal target. Maka, kenyataan kalau dirinya kemudian malah jadi juara, disambut penuh sukacita. "Itu luar biasa, itu sensasi yang tak bisa kugambarkan. Awalnya sedikit gila karena hujan, ada sedikit air (di trek). Lalu aku tak ingat apa-apa lagi," seru dia bahagia, seperti dilansir Autosport.
Lebih luar biasa lagi, Lorenzo mampu menyalip rekannya yang adalah juara dunia empat kali MotoGP, Rossi, lewat sebuah manuver dalam balapan. "Ada resiko, namun itu sudah waktunya melewati dia karena kupikir aku bisa lewat dan aku harus melewatinya," lugas Lorenzo.
Walau begitu, Lorenzo tetap merendah. Alih-alih memuji kemampuan diri sendiri yang sudah mampu memenangi balapan, dia justru melontarkan pujian buat pihak-pihak lain. "Pertama-tama aku ingin berterimakasih kepada Yamaha atas kepercayaan mereka kepadaku, dan kepada semua sponsorku, karena tanpa mereka aku takkan ada di sini."
Sejauh ini, keputusan Yamaha menggaet juara 250cc tahun 2006 dan 2007 itu memang terbukti tak keliru. "Itu adalah keputusan dini yang kami ambil lebih dari setahun lalu. Tapi Anda sudah lihat awal musim ini dia sudah begitu fenomenal: dia mencatatkan tiga pole position dan sebuah kemenangan, dan kini memimpin klasemen (bersama Dani Pedrossa), yang merupakan hal mengagumkan buat seorang rookie," puji bos tim Yamaha Lin Jarvis, kepada BBC.
Selamat, Lorenzo.
( krs / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
BeritaTerbaru
-
Jumat, 03/02/2012 06:01 WIB
Tes di Sepang Puaskan Rossi
-
Jumat, 03/02/2012 02:07 WIB
Pedrosa: Tes yang Melelahkan
-
Kamis, 02/02/2012 21:00 WIB
Komentari Motor, Lorenzo Sekaligus Puji Stoner
-
Kamis, 02/02/2012 19:34 WIB
Tes MotoGP Sepang
Stoner Lagi-lagi Tercepat
-
Kamis, 02/02/2012 06:07 WIB
Turun Posisi di Tes Hari Kedua, Rossi Tetap Antusias & Puas
- Sabtu, 04/02/2012 03:20 WIB
'Kembalinya Mourinho Akan Membuat Cemas Setiap Manajer di Inggris'
- Sabtu, 04/02/2012 06:30 WIB
Fergie Minta Evra Bersalaman dengan Suarez
- Jumat, 03/02/2012 18:39 WIB
Messi Tetap Eksekutor Penalti Barca
- Jumat, 03/02/2012 19:30 WIB
Tevez Mungkin Saja Kembali Bermain untuk City
- Jumat, 03/02/2012 22:46 WIB
Ban Kapten Terry Kembali Dicopot
- Sabtu, 28/01/2012 04:20 WIB
Xavi: Pemain Madrid Pecundang yang Buruk
- Minggu, 29/01/2012 05:53 WIB
Barca Diredam Villarreal Tanpa Gol
- Sabtu, 28/01/2012 21:39 WIB
Liverpool Singkirkan MU
- Kamis, 02/02/2012 20:00 WIB
'Keputusan CAS Soal Persipura Belum Mengikat'
- Kamis, 02/02/2012 04:57 WIB
Valencia vs Barca Berakhir 1-1




Sending your message(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)


