Virus EV71 Serang Indonesia, Tapi Belum Jadi Epidemi
Kamis, 08/05/2008 14:28 WIB
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari membenarkan virus EV71 sudah menyerang di Indonesia. Tapi karena jumlah kasusnya masih sangat kecil dan itu masih dugaan, Depkes belum menilainya sebagai ancaman epidemi.
Hal tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai peresmian Gedung Rawat Inap Terpadu di RSCM, Jakarta, Kamis (8/5/2008). "Sudah (menyerang), tapi nggak terlalu berat seperti di sana (Singapura dan Vietnam)," jawab Siti.
Saat ini ada tiga orang pasien dirawat di RSCM dengan dugaan terserang virus EV71. Namun sejauh ini tim dokter yang merawat mereka belum bisa memastikan bahwa dugaan tersebut benar, dan karenanya belum ada laporan resminya pada pihak Depkes RI.
"Juga belum dilaporkan pada saya, jadi saya anggap itu belum ada," ujar Menkes.
Serangan pertama virus penyebab penyakit mulut dan kuku di Indonesia, tercatat pada tahun 2006. Korbannya adalah seorang murid sekolah swasta yang cukup terpandang. Karena Si Korban saat itu tetap bersekolah, sebagai antisipasi, Depkes meminta pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar.
"Saya minta sekolahnya tutup sebentar, sekitar tiga minggu. Lalu setelah itu tidak ada masalah," papar Menkes.
Penelitian sejauh ini belum mengetahui apa penyebab munculnya virus EV71. Melihat laporan atas kasus di Singapura dan Vietnam, pihak Depkes melalui jajarannya di lapangan melakukan langkah antisipasi berupa sosialisasi ke masyarakat demi menekan potensi penularannya.
"Sebenarnya perilaku hidup sehat bersih sudah cukup untuk mengatasinya," sambung Menkes. ( lh / asy )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai peresmian Gedung Rawat Inap Terpadu di RSCM, Jakarta, Kamis (8/5/2008). "Sudah (menyerang), tapi nggak terlalu berat seperti di sana (Singapura dan Vietnam)," jawab Siti.
Saat ini ada tiga orang pasien dirawat di RSCM dengan dugaan terserang virus EV71. Namun sejauh ini tim dokter yang merawat mereka belum bisa memastikan bahwa dugaan tersebut benar, dan karenanya belum ada laporan resminya pada pihak Depkes RI.
"Juga belum dilaporkan pada saya, jadi saya anggap itu belum ada," ujar Menkes.
Serangan pertama virus penyebab penyakit mulut dan kuku di Indonesia, tercatat pada tahun 2006. Korbannya adalah seorang murid sekolah swasta yang cukup terpandang. Karena Si Korban saat itu tetap bersekolah, sebagai antisipasi, Depkes meminta pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar.
"Saya minta sekolahnya tutup sebentar, sekitar tiga minggu. Lalu setelah itu tidak ada masalah," papar Menkes.
Penelitian sejauh ini belum mengetahui apa penyebab munculnya virus EV71. Melihat laporan atas kasus di Singapura dan Vietnam, pihak Depkes melalui jajarannya di lapangan melakukan langkah antisipasi berupa sosialisasi ke masyarakat demi menekan potensi penularannya.
"Sebenarnya perilaku hidup sehat bersih sudah cukup untuk mengatasinya," sambung Menkes. ( lh / asy )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 04/02/2012 11:11 WIB
Kemenakertrans: Jangan Naikkan Upah Buruh Untuk Kepentingan Politis
-
Sabtu, 04/02/2012 11:03 WIB
Rumah Angie Sunyi Senyap, Mobil Dicuci
-
Sabtu, 04/02/2012 10:55 WIB
Razia Tempat Hiburan di Jakarta Timur, Polisi Sita 3.036 Botol Miras
-
Sabtu, 04/02/2012 10:41 WIB
Pungli Masih Marak, Pengusaha dan Buruh Jadi Korban
-
Sabtu, 04/02/2012 10:38 WIB
Kemenakertrans: Mayoritas Perusahaan Tak Protes Kenaikan UMR
- Sabtu, 04/02/2012 03:20 WIB
'Kembalinya Mourinho Akan Membuat Cemas Setiap Manajer di Inggris'
- Sabtu, 04/02/2012 06:30 WIB
Fergie Minta Evra Bersalaman dengan Suarez
- Jumat, 03/02/2012 18:39 WIB
Messi Tetap Eksekutor Penalti Barca
- Jumat, 03/02/2012 22:46 WIB
Ban Kapten Terry Kembali Dicopot
- Jumat, 03/02/2012 19:30 WIB
Tevez Mungkin Saja Kembali Bermain untuk City
- Sabtu, 28/01/2012 04:20 WIB
Xavi: Pemain Madrid Pecundang yang Buruk
- Minggu, 29/01/2012 05:53 WIB
Barca Diredam Villarreal Tanpa Gol
- Sabtu, 28/01/2012 21:39 WIB
Liverpool Singkirkan MU
- Kamis, 02/02/2012 20:00 WIB
'Keputusan CAS Soal Persipura Belum Mengikat'
- Kamis, 02/02/2012 04:57 WIB
Valencia vs Barca Berakhir 1-1




Sending your message




(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)
.gif)


