Trez Tarik Lunas 'Utang' Matrix
Minggu, 23/03/2008 07:19 WIB

AFP/Filippo Monteforte
Jakarta - Panas "Derby d'Italia" sudah terasa bahkan sebelum dimulai, utamanya melalui tukar komentar antara David Trezeguet di kubu Juventus dan Marco Materazzi yang membela Inter Milan. Pada akhirnya, Trez memberikan bukti dari ucapannya, sekaligus menarik lunas "utang" Materazzi kepadanya, sedangkan Matrix malah harus termakan ucapannya sendiri.
Menjelang laga Inter kontra Juve, Treze bulat-bulat menyatakan tekadnya menekuk Nerrazzuri. Dia juga menegaskan lebih memilih AS Roma yang bisa menggondol Lo Scudetto di akhir musim, alih-alih Inter yang belakangan begitu dominan di Seri A.
"Saya tidak mau bermain untuk hasil imbang di San Siro," tegas penyerang Prancis tersebut ketika itu, mengindikasikan tekadnya untuk bisa membawa pulang tiga poin dalam lawatannya ke Giuseppe Meazza.
Tak kalah pedas, Materazzi pun membalas komentar itu dengan ucapan bernada sindiran. "David Trezeguet membuatku memenangi Piala Dunia, aku suka padanya," ceplos Matrix kepada Channel 4 beberapa jam sebelum pertandingan.
Bek tangguh Italia itu merujuk kepada kegagalan Trez menceploskan bola dari titik putih ketika Italia berhadapan dengan Prancis pada final Piala Dunia 2006 lalu. Saat itu, Trez menjadi satu-satunya pemain Les Bleus yang gagal melaksanakan tugas sebagai penendang penalti dalam tos-tosan.
"Kalau aku adalah juara dunia sekarang ini, maka aku berutang pada kegagalan penaltinya, jadi bagaimana mungkin aku bisa kesal dengan sebuah komen? Lagipula aku menghormatinya dan menilai adalah skandal Raymond Domenech tak memasukkannya dalam skuad Prancis," sindir Matrix setengah memuji.
Dalam pertandingan giornata 30, Minggu (23/3/2008) dinihari WIB, Trez rupanya menarik kontan apa yang "diutangkannya" itu. Satu gol diceploskannya ke gawang Inter guna membantu Juve menundukkan timnya Matrix dengan skor 2-1. Satu gol itu juga seperti jadi perwujudan keinginan Trez membantu Roma jadi juara.
Selain itu, hasil ini juga bak jadi gambaran ungkapan "mulutmu harimau", terhadap komentar lain yang dilontarkan Materazzi sebelum pertandingan. "Mempertimbangkan apa yang David berikan kepadaku pada 9 Juli 2006 di Berlin, aku menerima apapun," katanya mengacu kepada ucapan Trez, mungkin tanpa mengira kalau bukan hanya kata-kata itu yang akan diterimanya, namun juga sebentuk kekalahan dari sang lawan.
Buat Inter, kekalahan ini juga cukup menyakitkan karena sudah mengakhiri keperawanan Giuseppe Meazza di Seri A. Apalagi yang memberikan pukulan itu adalah Juve, salah satu rival alotnya di Italia.
Apapun, hasil ini membuka persaingan menuju gelar juara Seri A semakin seru dan lebih terbuka, karena Roma sudah siap mencuri peluang jika nantinya Inter terpeleset lagi dalam delapan laga sisa.
( krs / ian )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menjelang laga Inter kontra Juve, Treze bulat-bulat menyatakan tekadnya menekuk Nerrazzuri. Dia juga menegaskan lebih memilih AS Roma yang bisa menggondol Lo Scudetto di akhir musim, alih-alih Inter yang belakangan begitu dominan di Seri A.
"Saya tidak mau bermain untuk hasil imbang di San Siro," tegas penyerang Prancis tersebut ketika itu, mengindikasikan tekadnya untuk bisa membawa pulang tiga poin dalam lawatannya ke Giuseppe Meazza.
Tak kalah pedas, Materazzi pun membalas komentar itu dengan ucapan bernada sindiran. "David Trezeguet membuatku memenangi Piala Dunia, aku suka padanya," ceplos Matrix kepada Channel 4 beberapa jam sebelum pertandingan.
Bek tangguh Italia itu merujuk kepada kegagalan Trez menceploskan bola dari titik putih ketika Italia berhadapan dengan Prancis pada final Piala Dunia 2006 lalu. Saat itu, Trez menjadi satu-satunya pemain Les Bleus yang gagal melaksanakan tugas sebagai penendang penalti dalam tos-tosan.
"Kalau aku adalah juara dunia sekarang ini, maka aku berutang pada kegagalan penaltinya, jadi bagaimana mungkin aku bisa kesal dengan sebuah komen? Lagipula aku menghormatinya dan menilai adalah skandal Raymond Domenech tak memasukkannya dalam skuad Prancis," sindir Matrix setengah memuji.
Dalam pertandingan giornata 30, Minggu (23/3/2008) dinihari WIB, Trez rupanya menarik kontan apa yang "diutangkannya" itu. Satu gol diceploskannya ke gawang Inter guna membantu Juve menundukkan timnya Matrix dengan skor 2-1. Satu gol itu juga seperti jadi perwujudan keinginan Trez membantu Roma jadi juara.
Selain itu, hasil ini juga bak jadi gambaran ungkapan "mulutmu harimau", terhadap komentar lain yang dilontarkan Materazzi sebelum pertandingan. "Mempertimbangkan apa yang David berikan kepadaku pada 9 Juli 2006 di Berlin, aku menerima apapun," katanya mengacu kepada ucapan Trez, mungkin tanpa mengira kalau bukan hanya kata-kata itu yang akan diterimanya, namun juga sebentuk kekalahan dari sang lawan.
Buat Inter, kekalahan ini juga cukup menyakitkan karena sudah mengakhiri keperawanan Giuseppe Meazza di Seri A. Apalagi yang memberikan pukulan itu adalah Juve, salah satu rival alotnya di Italia.
Apapun, hasil ini membuka persaingan menuju gelar juara Seri A semakin seru dan lebih terbuka, karena Roma sudah siap mencuri peluang jika nantinya Inter terpeleset lagi dalam delapan laga sisa.
( krs / ian )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 07:10 WIB
Lazio Seperti Baru Memenangi Derby
-
Jumat, 10/02/2012 06:30 WIB
'Napoli Buang-buang Peluang'
-
Jumat, 10/02/2012 05:17 WIB
Coppa Italia
Siena Taklukkan Napoli 2-1
-
Jumat, 10/02/2012 04:47 WIB
Bangkit & Kalahkan Cesena, Lazio ke Posisi Tiga
-
Jumat, 10/02/2012 03:35 WIB
Moratti Tepis Rumor Soal Capello
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 10:48 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Giggs: Jangan Sampai Disalip Liverpool, MU!
- Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Jumat, 10/02/2012 06:10 WIB
Mertesacker Kini Tak Lagi Rasakan Liburan Musim Dingin
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)
.gif)


