Nick Heidfeld

Doni Wahyudi - detiksport
Minggu, 08/06/2008 11:08 WIB

Jakarta -
Profil

Nama Nick Lars Heidfeld (Jerman)
TTL Monchengladbach, Jerman 10 Mei 1977
Nomor Mobil
6
Tim BMW Sauber
Juara Dunia -
Debut
GP Australia 2000
Kemenangan Pertama
-
Ban Bridgestone
Karir -1999: Test driver McLaren dan Prost -2000: Prost -2001-2003: Sauber -2004: Jordan -2005: Williams -- 2006-sekarang: BMW Sauber

Meskipun dalam beberapa musim terakhir performanya tengah menanjak, Nick Heidfeld adalah pembalap yang terlambat berprestasi. Sejak menjalani debut di f1 tahun 2000 lalu, atau saat usianya 22 tahun, Heidfeld belum sekalipun memenangi F1.

Setelah melewati GP Monaco 2008, pembalap yang dijuluki Quick Nick itu sudah menjalani balapan 132 kali. Jika akhirnya mampu memenangi seri F1, Heidfeld akan memegang rekor balapan terbanyak sebelum akhirnya menjadi juara. Rekor tersebut sebelumnya milik Rubens Barrichello yang baru menjadi juara di balapan ke-123.

Prost menjadi tim pertama yang dibela Heidfeld di ajang F1. Namun bergabung dengan pembalap senior Jean Alesi tak memberi banyak pengaruh pada penampilan Heidfeld karena dia akhirnya duduk di posisi 20 klasemen akhir musim, Heidfeld muda malah beberapa kali bertabrakan dengan seniornya itu.

Setahun di Prost, Nick melanjutkan karirnya bersama tim Sauber Petronas semusim berselang dan berpartner dengan Kimi Raikkonen. Saat Mika Hakkinen menyatakan pensiun banyak pihak mengira Heidfeld adalah orang yang dicari McLaren Mercedes, namun justru Si Manusia Es yang mendapat kontrak dari McLaren.

Tiga musim di Sauber tak banyak prestasi didapat pembalap 30 tahun itu, posisi yang didudukinya pada akhir musim berturut-turut adalah delapan, 10 dan 14. Sempat membalap untuk Jordan, Heidfeld kemudian bergabung dengan Williams BMW.

Mulai dari situlah pembalap kelahiran Monchengladbach itu mulai menunjukkan bakat yang dimilikinya. Duduk di posisi sembilan dan lima klasemen adalah hasil yang diadapat Heidfeld pada dua musim perdananya.

Jelas bukan sesuatu yang buruk mengingat Heidfeld mulai mampu menunjukkan konsistensinya demi tetepa bersaing di papan atas dan untuk meraih tropi juara yang sudah delapan tahun belum pernah dirasakannya.

( din / krs )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share:
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com