Nick Heidfeld
Minggu, 08/06/2008 11:08 WIB

Jakarta -
Meskipun dalam beberapa musim terakhir performanya tengah menanjak, Nick Heidfeld adalah pembalap yang terlambat berprestasi. Sejak menjalani debut di f1 tahun 2000 lalu, atau saat usianya 22 tahun, Heidfeld belum sekalipun memenangi F1.
Setelah melewati GP Monaco 2008, pembalap yang dijuluki Quick Nick itu sudah menjalani balapan 132 kali. Jika akhirnya mampu memenangi seri F1, Heidfeld akan memegang rekor balapan terbanyak sebelum akhirnya menjadi juara. Rekor tersebut sebelumnya milik Rubens Barrichello yang baru menjadi juara di balapan ke-123.
Prost menjadi tim pertama yang dibela Heidfeld di ajang F1. Namun bergabung dengan pembalap senior Jean Alesi tak memberi banyak pengaruh pada penampilan Heidfeld karena dia akhirnya duduk di posisi 20 klasemen akhir musim, Heidfeld muda malah beberapa kali bertabrakan dengan seniornya itu.
Setahun di Prost, Nick melanjutkan karirnya bersama tim Sauber Petronas semusim berselang dan berpartner dengan Kimi Raikkonen. Saat Mika Hakkinen menyatakan pensiun banyak pihak mengira Heidfeld adalah orang yang dicari McLaren Mercedes, namun justru Si Manusia Es yang mendapat kontrak dari McLaren.
Tiga musim di Sauber tak banyak prestasi didapat pembalap 30 tahun itu, posisi yang didudukinya pada akhir musim berturut-turut adalah delapan, 10 dan 14. Sempat membalap untuk Jordan, Heidfeld kemudian bergabung dengan Williams BMW.
Mulai dari situlah pembalap kelahiran Monchengladbach itu mulai menunjukkan bakat yang dimilikinya. Duduk di posisi sembilan dan lima klasemen adalah hasil yang diadapat Heidfeld pada dua musim perdananya.
Jelas bukan sesuatu yang buruk mengingat Heidfeld mulai mampu menunjukkan konsistensinya demi tetepa bersaing di papan atas dan untuk meraih tropi juara yang sudah delapan tahun belum pernah dirasakannya.
( din / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Meskipun dalam beberapa musim terakhir performanya tengah menanjak, Nick Heidfeld adalah pembalap yang terlambat berprestasi. Sejak menjalani debut di f1 tahun 2000 lalu, atau saat usianya 22 tahun, Heidfeld belum sekalipun memenangi F1.
Setelah melewati GP Monaco 2008, pembalap yang dijuluki Quick Nick itu sudah menjalani balapan 132 kali. Jika akhirnya mampu memenangi seri F1, Heidfeld akan memegang rekor balapan terbanyak sebelum akhirnya menjadi juara. Rekor tersebut sebelumnya milik Rubens Barrichello yang baru menjadi juara di balapan ke-123.
Prost menjadi tim pertama yang dibela Heidfeld di ajang F1. Namun bergabung dengan pembalap senior Jean Alesi tak memberi banyak pengaruh pada penampilan Heidfeld karena dia akhirnya duduk di posisi 20 klasemen akhir musim, Heidfeld muda malah beberapa kali bertabrakan dengan seniornya itu.
Setahun di Prost, Nick melanjutkan karirnya bersama tim Sauber Petronas semusim berselang dan berpartner dengan Kimi Raikkonen. Saat Mika Hakkinen menyatakan pensiun banyak pihak mengira Heidfeld adalah orang yang dicari McLaren Mercedes, namun justru Si Manusia Es yang mendapat kontrak dari McLaren.
Tiga musim di Sauber tak banyak prestasi didapat pembalap 30 tahun itu, posisi yang didudukinya pada akhir musim berturut-turut adalah delapan, 10 dan 14. Sempat membalap untuk Jordan, Heidfeld kemudian bergabung dengan Williams BMW.
Mulai dari situlah pembalap kelahiran Monchengladbach itu mulai menunjukkan bakat yang dimilikinya. Duduk di posisi sembilan dan lima klasemen adalah hasil yang diadapat Heidfeld pada dua musim perdananya.
Jelas bukan sesuatu yang buruk mengingat Heidfeld mulai mampu menunjukkan konsistensinya demi tetepa bersaing di papan atas dan untuk meraih tropi juara yang sudah delapan tahun belum pernah dirasakannya.
( din / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Kamis, 09/02/2012 21:53 WIB
Mau Tangani Inter, Capello?
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 04:43 WIB
Manny Pacquiao hentikan bisnis haram
- Kamis, 09/02/2012 05:32 WIB
'Milan Kebobolan Lewat Cara yang Naif'
- Kamis, 09/02/2012 16:52 WIB
Guardiola: Barca Harus Terus Tekan Madrid
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)
.gif)


