Dunga di Ujung Pemecatan
Rabu, 20/08/2008 13:13 WIB

AFP/Nabab Vatsyayana
Beijing - Kekalahan 0-3 atas Argentina bisa membawa pengaruh yang sangat buruk buat Dunga. Ancaman pemecatan kini menunggu pelatih yang dua tahun lalu ditunjuk membesut Tim Samba itu.
Disebut-sebut sebagai The Real Final, Brasil justru seperti tanpa daya saat menghadapi Argentina di semifinal Olimpiade. Kekalahan 0-3 jelas sulit diterima, apalagi hasil itu datang dari musuh abadi mereka.
Maka tak heran kalau isu Dunga bakal dicopot dari jabatannya berhembus di Brasil usai laga semalam. Terlebih Brasil datang ke Beijing dengan harapan tinggi meraih medali emas pertamanya.
Dunga sebelumnya diyakini akan bertahan di pos yang ditempatinya karena Brasil dihadapkan pada jadwal yang terlalu mepet dengan laga menghadapi Chile dan Bolivia pada awal September dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2008. Namun kekalahan atas "Tim Tango" bisa mengubah secara drastis nasib mantan kapten Brasil itu.
"Tekanan akan datang makin kuat ke arahnya sekarang. Menurut saya dia seharusnya bertahan dengan tim senior (tidak menangani tim Olimpiade), tapi dia memilih merasakan pengalaman ini (berangkat ke Olimpiade)," ungkap pelatih Sao Paulo, Muricy Ramalho, seperti diberitakan Reuters.
Dunga sesungguhnya menjalani masa-masa yang indah dengan timnas Brasil di awal kepemimpinannya. Mereka sempat dua kali menundukkan Argentina dengan skor 3-0, yakni di laga ujicoba di London dan pada final Copa Amerika.
Grafik menurun juara dunia lima kali itu adalah saat menelan kekalahan 0-2 atas Venezuela, tim yang belum sekalipun menang atas mereka di 17 pertemuan sebelumnya. Hasil itu berlanjut dengan kekalahan atas Paraguay dan hasil 0-0 dengan Argentina di kandang sendiri di Kualifikasi Piala Dunia 2010..
Usai kekelahan semalan Dunga masih keukeuh untuk bertahan di posisinya. "Anda tak bisa selalu mencetak gol. Jika Anda bisa melakukannya di seluruh pertandingan, itu luar biasa. Ada saatnya Anda bisa menjaga (Lionel) Messi, tapi ada kalanya tidak," bela Dunga. ( din / ian )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Disebut-sebut sebagai The Real Final, Brasil justru seperti tanpa daya saat menghadapi Argentina di semifinal Olimpiade. Kekalahan 0-3 jelas sulit diterima, apalagi hasil itu datang dari musuh abadi mereka.
Maka tak heran kalau isu Dunga bakal dicopot dari jabatannya berhembus di Brasil usai laga semalam. Terlebih Brasil datang ke Beijing dengan harapan tinggi meraih medali emas pertamanya.
Dunga sebelumnya diyakini akan bertahan di pos yang ditempatinya karena Brasil dihadapkan pada jadwal yang terlalu mepet dengan laga menghadapi Chile dan Bolivia pada awal September dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2008. Namun kekalahan atas "Tim Tango" bisa mengubah secara drastis nasib mantan kapten Brasil itu.
"Tekanan akan datang makin kuat ke arahnya sekarang. Menurut saya dia seharusnya bertahan dengan tim senior (tidak menangani tim Olimpiade), tapi dia memilih merasakan pengalaman ini (berangkat ke Olimpiade)," ungkap pelatih Sao Paulo, Muricy Ramalho, seperti diberitakan Reuters.
Dunga sesungguhnya menjalani masa-masa yang indah dengan timnas Brasil di awal kepemimpinannya. Mereka sempat dua kali menundukkan Argentina dengan skor 3-0, yakni di laga ujicoba di London dan pada final Copa Amerika.
Grafik menurun juara dunia lima kali itu adalah saat menelan kekalahan 0-2 atas Venezuela, tim yang belum sekalipun menang atas mereka di 17 pertemuan sebelumnya. Hasil itu berlanjut dengan kekalahan atas Paraguay dan hasil 0-0 dengan Argentina di kandang sendiri di Kualifikasi Piala Dunia 2010..
Usai kekelahan semalan Dunga masih keukeuh untuk bertahan di posisinya. "Anda tak bisa selalu mencetak gol. Jika Anda bisa melakukannya di seluruh pertandingan, itu luar biasa. Ada saatnya Anda bisa menjaga (Lionel) Messi, tapi ada kalanya tidak," bela Dunga. ( din / ian )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
-
Kamis, 09/02/2012 21:13 WIB
Cari yang Terbaik, FA Belum Coret Kandidat Asing
-
Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
-
Kamis, 09/02/2012 13:07 WIB
Bursa Pelatih Baru Inggris: Redknapp, Mourinho Sampai Beckham
-
Kamis, 09/02/2012 12:07 WIB
Data dan Fakta Fabio Capello
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Jumat, 10/02/2012 06:10 WIB
Mertesacker Kini Tak Lagi Rasakan Liburan Musim Dingin
- Kamis, 09/02/2012 22:52 WIB
Timnas U-21 Asah Kemampuan
- Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message





(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)


