Forum Sport
Berita Lain
- Senin, 22/03/2010 16:08 WIB
Mobil Red Bull Boros? - Minggu, 21/03/2010 22:02 WIB
Hamilton: Red Bull Memang Kencang - Minggu, 21/03/2010 08:03 WIB
Jelang GP Australia
Mercedes Yakin Lebih Kompetitif - Minggu, 21/03/2010 04:04 WIB
'Sempurna, Schumi' - Minggu, 21/03/2010 03:01 WIB
Button Berharap Banyak di Melbourne - Sabtu, 20/03/2010 07:20 WIB
Massa: Aturan Baru Membosankan, tapi...
Indeks Berita
Baca Juga

Senin, 03/11/2008 03:33 WIB
Busungkan Dadamu, Massa
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Orlando Kissner
Tampil sebagai juara GP Brasil, Massa tetap tak mampu menempatkan dirinya di posisi teratas klasemen pembalap dan merengkuh gelar juara dunia. Dengan total poin 97, pembalap Brasil itu kalah satu angka dari Lewis Hamilton.
Selayaknya manusia menaggapi kegagalan, pembalap 27 tahun itu tak kuasa menahan emosi kesedihan. Dia meneteskan air mata saat masih berada di kokpit F2008.
Tapi Massa tak lantas terbawa dengan kesedihan itu. Kepada ratusan fans yang terus mendukungnya sejak sesi free practice pertama lalu dia menunjukkan sebuah kebangaan besar. Usai turun dari jet daratnya Massa memukul dada tanda kebesaran hati, sementara di atas podium dia menunduk memberi hormat, mungkin sebagai tanda terimakasih pada publik Brasil.
Massa memang gagal menjadi juara dunia. Tapi mantan pembalap Sauber itu telah menunjukkan penampilan yang luar biasa sepanjang musim ini. Kalau mau menghitung jumlah kemenangan yang didapat, dia malah enam kali naik podium teratas, mengungguli Hamilton yang "cuma" lima kali jadi juara dunia.
Di sisi lain, Massa juga menunjukkan kalau dirinya tak kalah dari pembalap nomor satu Ferrari, Kimi Raikkonen yang tak lain merupakan juara dunia. Setelah melakoni tugas sebagai "pengawal" dengan sangat baik tahun lalu, dia malah mampu mengangkangi The Ice Man yang performanya sangat jauh dari stabil.
Gagal menjadi juara dunia jelas menyesakkan, dan Massa boleh kecewa atau bersedih dengah hal itu. Namun dengan apa yang sudah dia tunjukkan sepanjang musim ini, masih ada peluang baginya meneruskan tongkat estafet yang terputus di Ayrton Senna: menjadi juara dunia F1 asal Brasil. ( din / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).




