Koreksi Berita
Tango Terburuk dalam 51 Tahun
Kamis, 02/04/2009 07:24 WIB

Reuters
Jakarta - Sebagai pesepakbola, Maradona adalah yang terbaik yang pernah dimiliki Argentina. Namun saat menjabat pelatih, dia malah mengirim anak didiknya pada salah satu kekalahan terburuk sepanjang sejarah Tango.
Menjalani laga tandang ke La Paz dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2010, Argentina pulang membawa malu. Datang sebagai penghuni posisi dua klasemen, Lionel Messi cs dibuat tak berdaya dan dipaksa menyerah dengan skor telak 1-6.
Buat Maradona, ini merupakan kekalahan pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih pada Oktober tahun lalu. Namun yang lebih buruk dari itu adalah fakta bahwa kekalahan tersebut merupakan yang terburuk yang diderita Tim Tango dalam 51 tahun terakhir.
Kekalahan telak terakhir yang diderita Argentina adalah dengan skor 0-5 saat menjamu Kolombia di tahun 1993. Demikian diberitakan AFP
Sementara untuk skor 1-6, ini merupakan kali kedua terjadi sepanjang sejarah sepakbola negara tersebut. Argentina memang pernah kalah dengan skor yang sama, namun itu terjadi 51 tahun lalu, tepatnya pada fase grup Piala Dunia 1958 oleh Cekoslovakia.
Kekalahan ini tak urung mengundang reaksi keras dari media Argentina. Secara garis besar mereka kompak menyerang kekalahan tersebut dengan menyebut kalau tim kebanggaan mereka sudah dipermalukan dengan sangat.
"Kekalahan terburuk Argentina," demikian ditulis suratkabar The La Nacion dalam headline-nya.
Sementara suratkabar Ole dalam situs resminya menyebut hasil tersebut sebagai "Kejadian memalukan yang bersejarah" dan menambahkan kalau ini merupakan "kekalahan terbesar di babak kualifikasi (Piala Dunia)" sekaligus mempertanyakan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh timnas.
"Argentina menderita kekalahan bersejarah," tulis Koran Clarin. "Bolivia lebih superior dan menang 6-1 di La Paz," lanjut media itu. ( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menjalani laga tandang ke La Paz dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2010, Argentina pulang membawa malu. Datang sebagai penghuni posisi dua klasemen, Lionel Messi cs dibuat tak berdaya dan dipaksa menyerah dengan skor telak 1-6.
Buat Maradona, ini merupakan kekalahan pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih pada Oktober tahun lalu. Namun yang lebih buruk dari itu adalah fakta bahwa kekalahan tersebut merupakan yang terburuk yang diderita Tim Tango dalam 51 tahun terakhir.
Kekalahan telak terakhir yang diderita Argentina adalah dengan skor 0-5 saat menjamu Kolombia di tahun 1993. Demikian diberitakan AFP
Sementara untuk skor 1-6, ini merupakan kali kedua terjadi sepanjang sejarah sepakbola negara tersebut. Argentina memang pernah kalah dengan skor yang sama, namun itu terjadi 51 tahun lalu, tepatnya pada fase grup Piala Dunia 1958 oleh Cekoslovakia.
Kekalahan ini tak urung mengundang reaksi keras dari media Argentina. Secara garis besar mereka kompak menyerang kekalahan tersebut dengan menyebut kalau tim kebanggaan mereka sudah dipermalukan dengan sangat.
"Kekalahan terburuk Argentina," demikian ditulis suratkabar The La Nacion dalam headline-nya.
Sementara suratkabar Ole dalam situs resminya menyebut hasil tersebut sebagai "Kejadian memalukan yang bersejarah" dan menambahkan kalau ini merupakan "kekalahan terbesar di babak kualifikasi (Piala Dunia)" sekaligus mempertanyakan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh timnas.
"Argentina menderita kekalahan bersejarah," tulis Koran Clarin. "Bolivia lebih superior dan menang 6-1 di La Paz," lanjut media itu. ( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 13:08 WIB
Capello Diyakini Akan Diincar Inter & Juve
-
Jumat, 10/02/2012 10:52 WIB
Wenger Tak Tertarik Tangani Inggris
-
Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
-
Kamis, 09/02/2012 21:13 WIB
Cari yang Terbaik, FA Belum Coret Kandidat Asing
-
Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Jumat, 10/02/2012 10:48 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Giggs: Jangan Sampai Disalip Liverpool, MU!
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
- Jumat, 10/02/2012 11:42 WIB
Madrid Juga Tertarik Van Persie
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message
(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)


