Forum Sport
Berita Lain
- Jumat, 19/03/2010 13:50 WIB
Indian Wells
Atasi Angin & Berdych, Nadal ke Semifinal - Jumat, 19/03/2010 11:24 WIB
Indian Wells
Jankovic, Ljubicic ke Empat Besar - Jumat, 19/03/2010 03:45 WIB
Swiss Super Series
Indonesia Tak Bersisa - Kamis, 18/03/2010 19:00 WIB
Indian Wells
'Yang Menang Traktir Makan' - Kamis, 18/03/2010 14:51 WIB
Indian Wells
Dua Andy ke Perempatfinal - Kamis, 18/03/2010 11:57 WIB
Indian Wells
Nadal Melaju, Djokovic Masuk Kotak
Indeks Berita
Baca Juga
Sabtu, 04/07/2009 07:04 WIB
Roddick Ingin Tunda Rekor Federer
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Adrian Dennis
Satu tiket final digenggam Roddick seusai menundukkan idola tuan rumah, Andy Murray, dengan skor 6-4, 4-6, 7-6 (9-7), 7-6 (7-5), dalam partai semifinal yang digelar Jumat (3/7/2009).
Keberhasilan melangkah hingga final adalah yang pertama bagi Roddick dalam empat tahun. Petenis Amerika itu terakhir melaju ke final Wimbledon pada tahun 2005 setelah setahun sebelumnya juga masuk partai puncak.
"Anda tidak masuk ke final Wimbledon dengan tidak sengaja. Itu jelas sebuah proses. Mungkin ini proses yang lebih lama dari yang saya inginkan," ujar Roddick dikutip Reuters.
Sejak memenangi AS Terbuka tahun 2001, Roddick belum pernah menjuarai Grand Slam lagi. Tahun lalu, Roddick tak pernah bisa melewati perempatfinal di Grand Slam manapun dan kemudian menyewa pelatih Larry Stefanki untuk memoles fisiknya.
Di bawah gemblengan Stefanki, Roddick bertambah bugar. Pemuda 26 tahun itu sukses mengurangi berat sampai enam kilogram dan kini sudah berada di depan gerbang titel Grand Slam keduanya.
"Saya benar-benar bekerja keras dan sangat berkomitmen. Saya patuh pada semuanya, dari mulai diet sampai ke jadwal tidur. Saya membuat diri saya berpeluang sukses," tukas Roddick.
Sayangnya, lawan di final adalah Federer; petenis yang menekuknya di final 2004 dan 2005 itu. Federer juga sedang mengejar titel Grand Slam ke-15 yang akan membuatnya melewati rekor Pete Sampras. Wajar bila Roddick jadi underdog.
Namun hal itu tidak membuat Roddick gentar. Bahkan rekor pertemuan yang sangat jomplang, di mana Federer memenangi 18 dari 20 pertemuan mereka, tidak menciutkan nyalinya.
"Saya sangat tak sabar menantikan final yang ini. Saya tak tahu apakah bisa bermain di final Wimbledon lagi. Saya juga ingin menunda (Federer) sampai Grand Slam mendatang," tegas Roddick.
( arp / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).




