Forum Sport
Berita Lain
- Jumat, 19/03/2010 13:50 WIB
Indian Wells
Atasi Angin & Berdych, Nadal ke Semifinal - Jumat, 19/03/2010 11:24 WIB
Indian Wells
Jankovic, Ljubicic ke Empat Besar - Jumat, 19/03/2010 03:45 WIB
Swiss Super Series
Indonesia Tak Bersisa - Kamis, 18/03/2010 19:00 WIB
Indian Wells
'Yang Menang Traktir Makan' - Kamis, 18/03/2010 14:51 WIB
Indian Wells
Dua Andy ke Perempatfinal - Kamis, 18/03/2010 11:57 WIB
Indian Wells
Nadal Melaju, Djokovic Masuk Kotak
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 06/07/2009 02:56 WIB
Federer: Mimpi pun Tak Pernah
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Carl de Souza
Foto Terkait
Melalui laga maraton lebih dari empat jam, Minggu (5/7/2009), Federer menghentikan perlawanan alot Andy Roddick di final dengan skor 5-7, 7-6 (8-6), 7-6 (7-5), 3-6, 16-14.
Kemenangan atas Roddick menjadi semacam obat nyeri bagi Federer yang tahun lalu gagal di final. Saat itu, pria 27 tahun itu dipecundangi Rafael Nadal yang kemudian selama setahun berikutnya mendominasi tenis putra dunia.
"Saya tidak mengangkat trofi tahun lalu. Saya merasa senang setelah sebuah pertandingan yang gila dan bisa berlangsung beberapa jam lagi. Kepala saya masih pusing," komentar Federer dikutip AFP.
Ini adalah titel keenam Federer di Wimbledon. Yang lebih hebat, ini juga menjadi titel Grand Slam ke-15 sepanjang karir petenis Swiss itu; yang terbanyak dalam sejarah.
"Memperoleh 15 titel Grand Slam bukanlah sesuatu yang Anda impikan saat Anda masih bocah. Tetapi saya punya karir yang hebat. Ini luar biasa, tetapi ini bukan tujuan saya bermain tenis," tukas Federer.
Sejak kalah dari Nadal tahun lalu, Federer menukik. Ia kehilangan ranking 1 dunia, gagal di Australia Terbuka dan sempat kering prestasi sebelum mencapai titik balik di Prancis Terbuka dan Wimbledon.
"Ini tahun yang gila. Untuk bisa melaju dan bertarung balik, menang di Paris dan sekarang berturut-turut di Wimbledon, sesuatu yang dilakukan Bjorn (Borg) beberapa kali, ini luar biasa," girang Federer.
Federer tak lupa menyanjung Roddick yang telah membuatnya harus memeras keringat lebih keras untuk bisa menang. Meski gagal menebus tiga kekalahan di Wimbledon sebelumnya, Roddick pantang menyerah hingga titik terakhir. ( arp / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).




