Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga



Kamis, 16/07/2009 12:58 WIB

Safin Lelah dengan Tenis
Rossi Finza Noor - detiksport


daylife

Bastad - Marat Safin tampaknya sudah tak memiliki motivasi lagi untuk bermain tenis. Usai tersingkir dari Swedia Terbuka, ia menyatakan lelah dengan segala hal yang berhubungan dengan bola dan raket.

Prestasi petenis asal Rusia itu di sepanjang tahun 2009 ini memang tak bisa dibilang memuaskan. Usai sembuh dari cedera, ia langsung bermain di Australia Terbuka, di mana ia tersingkir di babak ketiga setelah dikalahkan oleh Roger Federer dengan straight set.

Turnamen berikutnya yang ia jalani adalah Barclays Dubai Championship. Lagi-lagi nasibnya tak berakhir dengan bagus. Ia sudah tersingkir di babak pertama usai dikalahkan oleh Richard Gasquet.

Pada turnamen Wimbeldon lalu, Safin juga tak menunjukkan permainan yang cemerlang. Baru bermain di babak pertama ia kembali harus tersingkir. Kali ini lawannya adalah petenis berusia 21 tahun asal Amerika Serikat, Jesse Levin.

Posisinya di ranking dunia pun terus melorot. Setelah mengawali tahun 2009 dengan berada di posisi 29, ia kemudian terjun bebas. Saat ini, kakak dari Dinara Safina ini berada di urutan 60.

Kini usai disingkirkan oleh Nicolas Almagro 3-6 dan 6-7 di babak pertama Swedia Terbuka, petenis berusia 29 tahun ini menyatakan kebosanannya dengan dunia tenis. Dirinya memang telah merencanakan pensiun pada akhir tahun ini dan tak berniat untuk berhubungan dengan tenis lagi.

"Saya lelah dengan tur, lelah tinggal di hotel dan lelah melakukan berbagai perjalanan. Sudah cukup," tukasnya seperti dilansir Reuters.

"Saya bosan dengan segala hal yang berhubungan dengan raket dan bola. Saya ingin melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda."

Sepanjang karirnya, Safin telah dua kali menjuarai grand slam, yakni Australia Terbuka 2005 dan AS Terbuka 2000. Ia juga sempat menjadi petenis nomor satu dunia selama sembilan pekan pada tahun 2000.

Tetapi cedera mulai sering menghinggapinya sejak tahun 2003, di mana ia nyaris absen sepanjang tahun. Petenis yang kerap membanting raket di lapangan ini juga dikritik lantaran penampilannya kerap inkonsisten.

( roz / din )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk


Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).