Liverpool Perlu Jaga Semangat
Selasa, 04/08/2009 17:32 WIB

(AFP/Andrew Yates)
Liverpool - Seperti halnya dalam hampir dua dasawarsa terakhir, Liverpool juga pernah mengalami musim paceklik gelar berkepanjangan di masa lalu. Kekurangan mereka saat ini adalah kebuasan yang kontinyu.
Liverpool belum pernah lagi menjuarai Liga Inggris sejak kali terakhir meraihnya di musim 1989/1999. Walaupun selama itu selalu beredar di papan atas, dan masuk tim favorit di setiap musim, tapi mereka tak kunjung menjadi kampiun di negeri sendiri.
Mantan pemain terpandang mereka, Phil Thompson, mencoba membandingkan situasi serupa ketika ia masih aktif membela The Reds, dari 1971 sampai 1984. Di musim penuh pertamanya di Anfield (1972/1973), ia membantu klub besutan Bill Shanky itu meraih gelar pertamanya sejak 1966. Artinya, Liverpool pernah tak mengangkat piala apapun selama tujuh tahun berturut-turut.
"Waktu itu tekanannya tidak sama," tutur Thompson kepada majalah resmi Liverpool, yang dilansir situs www.liverpoolfc.tv. "Waktu itu kami tidak diperkirakan cemerlang dan memenangi titel, karena sudah lama betul kami tidak juara."
"Maksudnya, itu sudah tujuh tahun dan jaraknya sedikit membebani kami. Itu tim baru bentukan Shanks. Saya masih muda saat kami memenangi titel yang pertama itu, seorang gelandang yang meraihnya," sambung figur yang pernah menjadi asisten pelatih Liverpool di era Gerard Houllier itu.
Di masa kini, Thompson berharap Liverpool bisa mulai memperlihatkan semangat tinggi untuk menjadi juara Inggris. "Anda harus menggali dalam-dalam spirit itu berkali-kali," tukas pria 55 tahun itu, yang selama 13 musim membela Liverpool mampu menyumbangkan tujuh gelar liga di tahun 1973, 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, dan 1983.
Saat memenangi tujuh titel itu, lanjut Thompson, mungkin orang berpikir bahwa Liverpool kala itu selalu tampil fantastis dari minggu ke minggu. Padahal tidak demikian. Khususnya pada pertandingan melawan tim-tim kecil, mereka harus berusaha keras untuk bisa tetap bersemangat.
Hal itulah yang ia nilai sebagai sebuah kemiripan dengan kondisi Liverpool saat ini. Ia berharap Steven Gerrard bisa lebih agresif lagi, mampu lebih buas untuk memungut kemenangan di setiap pertandingan, terutama saat melawan tim-tim yang kelasnya di bawah.
"Bahkan ketika menghadapi Stoke City di kandang sendiri musim lalu, di mana kami membuat 27 kali upaya mencetak gol, keagresifan untuk menghabisi mereka justru tidak ada," cetus Thompsons, yang pernah juga menjadi arsitek utama Liverpool di musim 2001/2002, saat manajer Houllier mengalami masalah dengan jantungnya.
"Liverpool selalu masuk empat besar, tapi tetap belum bisa juara. Kami cuma kalah dua kali di musim lalu, tapi tidak juara juga... Kalau posisinya adalah kami bermain seri melawan tim-tim top itu dan menang atas tim-tim lebih kecil, dengan rasa hormat, kami akan bisa menjuarai liga."
( a2s / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Liverpool belum pernah lagi menjuarai Liga Inggris sejak kali terakhir meraihnya di musim 1989/1999. Walaupun selama itu selalu beredar di papan atas, dan masuk tim favorit di setiap musim, tapi mereka tak kunjung menjadi kampiun di negeri sendiri.
Mantan pemain terpandang mereka, Phil Thompson, mencoba membandingkan situasi serupa ketika ia masih aktif membela The Reds, dari 1971 sampai 1984. Di musim penuh pertamanya di Anfield (1972/1973), ia membantu klub besutan Bill Shanky itu meraih gelar pertamanya sejak 1966. Artinya, Liverpool pernah tak mengangkat piala apapun selama tujuh tahun berturut-turut.
"Waktu itu tekanannya tidak sama," tutur Thompson kepada majalah resmi Liverpool, yang dilansir situs www.liverpoolfc.tv. "Waktu itu kami tidak diperkirakan cemerlang dan memenangi titel, karena sudah lama betul kami tidak juara."
"Maksudnya, itu sudah tujuh tahun dan jaraknya sedikit membebani kami. Itu tim baru bentukan Shanks. Saya masih muda saat kami memenangi titel yang pertama itu, seorang gelandang yang meraihnya," sambung figur yang pernah menjadi asisten pelatih Liverpool di era Gerard Houllier itu.
Di masa kini, Thompson berharap Liverpool bisa mulai memperlihatkan semangat tinggi untuk menjadi juara Inggris. "Anda harus menggali dalam-dalam spirit itu berkali-kali," tukas pria 55 tahun itu, yang selama 13 musim membela Liverpool mampu menyumbangkan tujuh gelar liga di tahun 1973, 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, dan 1983.
Saat memenangi tujuh titel itu, lanjut Thompson, mungkin orang berpikir bahwa Liverpool kala itu selalu tampil fantastis dari minggu ke minggu. Padahal tidak demikian. Khususnya pada pertandingan melawan tim-tim kecil, mereka harus berusaha keras untuk bisa tetap bersemangat.
Hal itulah yang ia nilai sebagai sebuah kemiripan dengan kondisi Liverpool saat ini. Ia berharap Steven Gerrard bisa lebih agresif lagi, mampu lebih buas untuk memungut kemenangan di setiap pertandingan, terutama saat melawan tim-tim yang kelasnya di bawah.
"Bahkan ketika menghadapi Stoke City di kandang sendiri musim lalu, di mana kami membuat 27 kali upaya mencetak gol, keagresifan untuk menghabisi mereka justru tidak ada," cetus Thompsons, yang pernah juga menjadi arsitek utama Liverpool di musim 2001/2002, saat manajer Houllier mengalami masalah dengan jantungnya.
"Liverpool selalu masuk empat besar, tapi tetap belum bisa juara. Kami cuma kalah dua kali di musim lalu, tapi tidak juara juga... Kalau posisinya adalah kami bermain seri melawan tim-tim top itu dan menang atas tim-tim lebih kecil, dengan rasa hormat, kami akan bisa menjuarai liga."
( a2s / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 12:02 WIB
Arshavin Belum Ingin Pergi dari Arsenal
-
Jumat, 10/02/2012 11:31 WIB
'Hubungan Villas-Boas & Abramovich Baik-baik Saja'
-
Jumat, 10/02/2012 10:48 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Giggs: Jangan Sampai Disalip Liverpool, MU!
-
Jumat, 10/02/2012 10:18 WIB
Jelang Everton vs Chelsea
'Si Biru' Masih Tanpa Terry
-
Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Jumat, 10/02/2012 10:48 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Giggs: Jangan Sampai Disalip Liverpool, MU!
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
- Jumat, 10/02/2012 11:42 WIB
Madrid Juga Tertarik Van Persie
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message





(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)


