Akhir Tahun Tak Manis Yanina Wickmayer
Jumat, 06/11/2009 15:29 WIB

Yanina Wickmayer (commbanktennis)
Nusa Dua - Mulai turun di level profesional di tahun 2006, karir Yanina Wickmayer baru terdongkrak di tahun ini. Namun, skorsing dari badan anti-doping Belgia membuatnya harus menutup musim ini dengan tak manis.
Wickmayer, yang membuat kejutan saat menembus semifinal AS Terbuka dua bulan lalu, baru-baru ini dijatuhi larangan bermain selama satu tahun oleh pengadilan doping negaranya. Kesalahannya adalah mangkir tes doping sebanyak tiga kali dalam 18 bulan terakhir.
Skorsing tersebut langsung diberlakukan dan berdampak pada keikutsertaan Wickmayer di Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali. Pada Jumat (6/11/2009) pagi WITA, ia memutuskan menarik diri dari turnamen pamungkas WTA Tour tahun 2009 ini.
"Yanina secara sukarela mengundurkan diri dan sudah menjadi ketentuan pihak WTA tidak akan memberikan komentar lebih jauh soal kasus ini," demikian keterangan presiden Sony Ericsson WTA Tour, Stacey Allaster, dalam keterangan pers di BICC The Westin Resort, Nusa Dua, pukul 13.30 WITA.
Allaster juga menolak menggambarkan reaksi Wickmayer ketika mendengar kabar buruk itu tadi malam. Ia hanya mengatakan, "Dia masih muda. Anda bisa membayangkan sendiri kira-kira seperti apa perasaan dia saat ini."
Wickmayer memang memiliki hak mengajukan banding atas hukuman tersebut, dan dia akan melakukannya. Namun, kasus ini bagaimanapun memberi noda pada karirnya yang mulai menanjak di tahun ini.
Petenis bertinggi badan 182 cm ini baru merasakan menjadi juara di level WTA di tahun 2009, tepatnya di bulai Mei. Tampil di Estoril Terbuka di Portugal, ia menyabet titel pertamanya dengan mengalahkan Ekaterina Makarova dengan 7-5, 6-2.
Sampai saat itu prestasinya masih belum konsisten. Di tiga turnamen Grand Slam pertama misalnya, di Australia Terbuka, Prancis Terbuka dan Wimbledon, ia tak bisa bertahan lebih dari dua babak. Di Melbourne dan Wimbledon ia langsung kalah di pertandingan pertamanya, sedangkan di Roland Garros dihentikan Samantha Stosur di putaran kedua.
Momentum penting digapai Wickmayer di AS Terbuka di bulan September. Berturut-turut mengalahkan Virginie Razzano, Shuai Peng, Sara Errani, dan Petra Kvitova, ia berhasil lolos ke babak semifinal. Di babak itu ia kalah dari pemain kejutan lain, Caroline Wozniacki, tapi Wickmayer telah mencapai peringkat tertinggi dalam karirnya, di posisi 22.
Sebulan kemudian Wickmayer berhasil mengangkat piala lagi. Di turnamen Generali Ladies di Linz, Austria, ia menundukkan Kvitova di final dan mengoleksi trofi kedua dalam karirnya. Efek lainnya adalah ia untuk pertama kalinya menembus posisi peringkat 20 besar WTA.
Bertengger di peringkat 18 dunia saat ini, Wickmayer terpilih tampil di Bali dan menjadi unggulan ketiga. Di pertandingan pertamanya di Grup C, ia memetik kemenangan guna membuka jalan ke semifinal, sampai kemudian datang kabar dari Brussells bahwa dia dijatuhi skorsing.
Maka tak ada lagi pertandingan Wickmayer di tahun ini, dan aksi terakhirnya adalah di Nusa Dua pada hari Rabu 4 November 2009, saat menundukkan pemain gaek Jepang Kimiko Date-Krumm. ( a2s / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Wickmayer, yang membuat kejutan saat menembus semifinal AS Terbuka dua bulan lalu, baru-baru ini dijatuhi larangan bermain selama satu tahun oleh pengadilan doping negaranya. Kesalahannya adalah mangkir tes doping sebanyak tiga kali dalam 18 bulan terakhir.
Skorsing tersebut langsung diberlakukan dan berdampak pada keikutsertaan Wickmayer di Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali. Pada Jumat (6/11/2009) pagi WITA, ia memutuskan menarik diri dari turnamen pamungkas WTA Tour tahun 2009 ini.
"Yanina secara sukarela mengundurkan diri dan sudah menjadi ketentuan pihak WTA tidak akan memberikan komentar lebih jauh soal kasus ini," demikian keterangan presiden Sony Ericsson WTA Tour, Stacey Allaster, dalam keterangan pers di BICC The Westin Resort, Nusa Dua, pukul 13.30 WITA.
Allaster juga menolak menggambarkan reaksi Wickmayer ketika mendengar kabar buruk itu tadi malam. Ia hanya mengatakan, "Dia masih muda. Anda bisa membayangkan sendiri kira-kira seperti apa perasaan dia saat ini."
Wickmayer memang memiliki hak mengajukan banding atas hukuman tersebut, dan dia akan melakukannya. Namun, kasus ini bagaimanapun memberi noda pada karirnya yang mulai menanjak di tahun ini.
Petenis bertinggi badan 182 cm ini baru merasakan menjadi juara di level WTA di tahun 2009, tepatnya di bulai Mei. Tampil di Estoril Terbuka di Portugal, ia menyabet titel pertamanya dengan mengalahkan Ekaterina Makarova dengan 7-5, 6-2.
Sampai saat itu prestasinya masih belum konsisten. Di tiga turnamen Grand Slam pertama misalnya, di Australia Terbuka, Prancis Terbuka dan Wimbledon, ia tak bisa bertahan lebih dari dua babak. Di Melbourne dan Wimbledon ia langsung kalah di pertandingan pertamanya, sedangkan di Roland Garros dihentikan Samantha Stosur di putaran kedua.
Momentum penting digapai Wickmayer di AS Terbuka di bulan September. Berturut-turut mengalahkan Virginie Razzano, Shuai Peng, Sara Errani, dan Petra Kvitova, ia berhasil lolos ke babak semifinal. Di babak itu ia kalah dari pemain kejutan lain, Caroline Wozniacki, tapi Wickmayer telah mencapai peringkat tertinggi dalam karirnya, di posisi 22.
Sebulan kemudian Wickmayer berhasil mengangkat piala lagi. Di turnamen Generali Ladies di Linz, Austria, ia menundukkan Kvitova di final dan mengoleksi trofi kedua dalam karirnya. Efek lainnya adalah ia untuk pertama kalinya menembus posisi peringkat 20 besar WTA.
Bertengger di peringkat 18 dunia saat ini, Wickmayer terpilih tampil di Bali dan menjadi unggulan ketiga. Di pertandingan pertamanya di Grup C, ia memetik kemenangan guna membuka jalan ke semifinal, sampai kemudian datang kabar dari Brussells bahwa dia dijatuhi skorsing.
Maka tak ada lagi pertandingan Wickmayer di tahun ini, dan aksi terakhirnya adalah di Nusa Dua pada hari Rabu 4 November 2009, saat menundukkan pemain gaek Jepang Kimiko Date-Krumm. ( a2s / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
BeritaTerbaru
-
Selasa, 31/01/2012 00:43 WIB
Kualifikasi Piala Thomas & Uber
Tim Uber Indonesia Dapat Lawan Sulit di Kualifikasi
- Selasa, 07/02/2012 03:29 WIB
Lakukan Hal Bodoh, Ibra Minta Maaf
- Selasa, 07/02/2012 07:15 WIB
Pujian untuk Pepe Reina
- Selasa, 07/02/2012 01:28 WIB
Barca Tunggu Madrid Terpeleset
- Senin, 06/02/2012 19:44 WIB
'Fans Chelsea Salah Cemooh Ferdinand dan Evra'
- Senin, 06/02/2012 13:16 WIB
Tonton Pertandingan Bocah, Beckham Dikartu Merah
- Kamis, 02/02/2012 20:00 WIB
'Keputusan CAS Soal Persipura Belum Mengikat'
- Kamis, 02/02/2012 04:57 WIB
Valencia vs Barca Berakhir 1-1
- Rabu, 01/02/2012 18:20 WIB
PSSI Masih Didemo Suporter Pro Statuta
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'




Sending your message




(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)


