Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga



Selasa, 10/11/2009 06:13 WIB

Pemain Football Dipecat karena Twitter
Arya Perdhana - detiksport


Reuters

Kansas - Twittermu harimaumu. Itulah peribahasa yang sedikit dibengkokkan dari peribahasa aslinya yang pas ditujukan untuk Larry Johnson. Pemain football Amerika (NFL) itu dipecat akibat twitter.

Johnson adalah running back yang bermain untuk Kansas City Chiefs. Klubnya memecat Johnson pada Senin (9/11/2009) dengan alasan membuat masalah di luar lapangan.

Dalam pernyataannya saat melepas Johnson, Chiefs sama sekali tidak menyinggung soal Twitter dari pemain yang akan berusia 30 tahun pada 19 November mendatang itu. Tapi tidak dapat dimungkiri, gelombang kontroversi Twitter Johnson adalah salah satu sebabnya.

Kasus ini bermula bulan lalu ketika John menulis twit yang bernada menyerang pelatih Chiefs, Todd Haley. Dengan akun @toonicon, Johnson menulis, "Ayahku punya lebih banyak penghargaan dari pada para pelatih pro ini. Google saja nama ayahku."

Selanjutnya, Johnson menulis lagi. "Ayahku bermain untuk pelatih dari (film) Remember the Titans. Pelatih kami main golf. Ayahku pernah bermain untuk (Washington) Redskins. Pelatih kami? Tak ada!"

Twitter Johnson lantas mengundang komentar pedas seorang fan yang bernama Jared Launius. Rupanya, Johnson tak terima dengan komentar Launius dan me-reply dengan ucapan yang bernada merendahkan dan berbau homofobia.

Akibat ucapan itu, Chiefs langsung menskors Johnson selama dua pekan dan sang pemain sendiri sudah minta maaf. Tapi persoalan tidak selesai. Para pendukung Chiefs membuat petisi yang meminta klub memecat Johnson. Sekitar 32 ribu orang bergabung dengan petisi tersebut.

Pemecatan itu disambut dingin oleh Johnson, yang tinggal membutuhkan 75 yards untuk dapat memecahkan rekor pelari terjauh Chiefs yang selama ini dipegang Priest Holmes.

"Sebagian dirinya senang, dan sebagian lagi sangat menyesal. Ada banyak perasaan berkecamuk. Rasanya seperti putus dengan pacar. Mungkin Anda sudah dapat menebaknya, tapi tetap saja sedih saat itu terjadi," kata agen Johnson, Peter Schaffer, kepada AP.

Kejadian yang menimpa Johnson kian membuktikan bahwa ucapan di media sosial berpengaruh besar dalam karir seorang atlet. Bulan Juli silam, pesepakbola Darren Bent mengkritik bos Tottenham Hotspur. Entah berhubungan atau tidak, Spurs lantas menjual Bent ke Sunderland.

( arp / nar )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).