Jelang Playoff Piala Dunia
Jaga Rekor, Guus
Kamis, 12/11/2009 13:06 WIB

Guus Hiddink (REUTERS)
Moskow - Rusia sedang mengupayakan nasib supaya tidak menunggu empat tahun lagi untuk berlaga di Piala Dunia. Sang pelatih, Guus Hiddink, pun mempertaruhkan sebuah rekor fantastis yang membuat reputasinya terbangun dengan mentereng.
Rusia tidak tampil di Piala Dunia edisi terakhir, dan mereka harus melewati jalan playoff untuk bisa lolos ke Afrika Selatan tahun depan. Untuk bisa ke sana mereka harus menghadapi Slovenia dua kali: di Moskow (14/11) dan Maribor (18/11).
Dari 18 penyelenggaraan Piala Dunia, Rusia baru tampil setengahnya termasuk saat berbendera Uni Soviet. Dan sejak menembus putaran kedua di Meksiko 1986, skuad "Beruang Merah" tak pernah lolos dari babak grup. Dalam tiga edisi terakhir pun mereka tak lolos ke putaran final dua kali, yakni di Prancis 1998 dan Jerman 2006.
Kehadiran Guus Hiddink telah membawa optimisme Rusia. Di Euro 2008, polesan tangan pelatih top Belanda itu membawa Andriy Arshavin dkk melaju sampai babak semifinal, sampai mereka dihentikan Jerman.
Terkait Hiddink, sosok yang pada Minggu lalu genap berusia 63 tahun itu dikenal sangat piawai dalam menukangi tim nasional. Dia tak pernah tidak berhasil membawa timnas asuhannya ke putaran final turnamen besar.
Dimulai dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002, ia menggegerkan dunia dengan membawa tim 'Negeri Ginseng' lolos ke semifinal. Berikutnya, Australia. Untuk pertama kalinya sejak 1974, atau yang kedua dalam sejarah negara tersebut, The Socceroos lolos ke putaran final Piala Dunia (2006), dan di sana mereka pun menyentuh level knockout sebelum dihentikan Italia di babak kedua. Cerita kesuksesan Hiddink berlanjut bersama Rusia di Austria-Swiss, di Euro 2008.
"Saya tidak memikirkan soal rekor-rekor pribadi," ujar Hiddink dikutip Reuters, Rabu (11/11/2009). "Kami punya tujuan yang lebih besar untuk dicapai, dan harus melakukan apa saja yang kami bisa untuk bisa lolos ke Afrika Selatan."
Kali terakhir Rusia bertanding melawan Slovenia adalah September 2001, di babak kualifikasi Piala Dunia 2002. Slovenia menang 2-1, Rusia menyalahkan wasit Graham Poll yang menghukum mereka penalti di menit-menit terakhir.
"Saya samar-samar mengingat pertandingan itu," ujar Arshavin. "Tapi itu sudah lama berlalu dan takkan berpengaruh untuk pertandingan Sabtu besok."
"Pertahanan Slovenia salah satu yang terbaik, mereka kebobolan hanya empat gol dari 10 pertandingan kualifikasi. Kami tak boleh meremehkan lawan-lawan kami," sambung penyerang klub Arsenal itu.
( a2s / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Rusia tidak tampil di Piala Dunia edisi terakhir, dan mereka harus melewati jalan playoff untuk bisa lolos ke Afrika Selatan tahun depan. Untuk bisa ke sana mereka harus menghadapi Slovenia dua kali: di Moskow (14/11) dan Maribor (18/11).
Dari 18 penyelenggaraan Piala Dunia, Rusia baru tampil setengahnya termasuk saat berbendera Uni Soviet. Dan sejak menembus putaran kedua di Meksiko 1986, skuad "Beruang Merah" tak pernah lolos dari babak grup. Dalam tiga edisi terakhir pun mereka tak lolos ke putaran final dua kali, yakni di Prancis 1998 dan Jerman 2006.
Kehadiran Guus Hiddink telah membawa optimisme Rusia. Di Euro 2008, polesan tangan pelatih top Belanda itu membawa Andriy Arshavin dkk melaju sampai babak semifinal, sampai mereka dihentikan Jerman.
Terkait Hiddink, sosok yang pada Minggu lalu genap berusia 63 tahun itu dikenal sangat piawai dalam menukangi tim nasional. Dia tak pernah tidak berhasil membawa timnas asuhannya ke putaran final turnamen besar.
Dimulai dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002, ia menggegerkan dunia dengan membawa tim 'Negeri Ginseng' lolos ke semifinal. Berikutnya, Australia. Untuk pertama kalinya sejak 1974, atau yang kedua dalam sejarah negara tersebut, The Socceroos lolos ke putaran final Piala Dunia (2006), dan di sana mereka pun menyentuh level knockout sebelum dihentikan Italia di babak kedua. Cerita kesuksesan Hiddink berlanjut bersama Rusia di Austria-Swiss, di Euro 2008.
"Saya tidak memikirkan soal rekor-rekor pribadi," ujar Hiddink dikutip Reuters, Rabu (11/11/2009). "Kami punya tujuan yang lebih besar untuk dicapai, dan harus melakukan apa saja yang kami bisa untuk bisa lolos ke Afrika Selatan."
Kali terakhir Rusia bertanding melawan Slovenia adalah September 2001, di babak kualifikasi Piala Dunia 2002. Slovenia menang 2-1, Rusia menyalahkan wasit Graham Poll yang menghukum mereka penalti di menit-menit terakhir.
"Saya samar-samar mengingat pertandingan itu," ujar Arshavin. "Tapi itu sudah lama berlalu dan takkan berpengaruh untuk pertandingan Sabtu besok."
"Pertahanan Slovenia salah satu yang terbaik, mereka kebobolan hanya empat gol dari 10 pertandingan kualifikasi. Kami tak boleh meremehkan lawan-lawan kami," sambung penyerang klub Arsenal itu.
( a2s / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 09/02/2012 21:13 WIB
Cari yang Terbaik, FA Belum Coret Kandidat Asing
-
Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
-
Kamis, 09/02/2012 13:07 WIB
Bursa Pelatih Baru Inggris: Redknapp, Mourinho Sampai Beckham
-
Kamis, 09/02/2012 12:07 WIB
Data dan Fakta Fabio Capello
-
Kamis, 09/02/2012 11:59 WIB
Statistik Capello Masih yang Terbaik untuk Inggris
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Kamis, 09/02/2012 21:53 WIB
Mau Tangani Inter, Capello?
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 04:43 WIB
Manny Pacquiao hentikan bisnis haram
- Kamis, 09/02/2012 05:32 WIB
'Milan Kebobolan Lewat Cara yang Naif'
- Kamis, 09/02/2012 16:52 WIB
Guardiola: Barca Harus Terus Tekan Madrid
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message




(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)
.gif)


