Jelang Selandia Baru vs Bahrain
Duel Liliput Menuju Pentas Akbar
Kamis, 12/11/2009 13:42 WIB

Jakarta - Jauh dari hingar bingar playoff Piala Dunia 2010 zona Eropa, di belahan bumi yang berbeda satu tiket ke Afrika Selatan akan diperebutkan akhir pekan ini saat Selandia Baru bentrok dengan Bahrain.
Dibanding playoff Zona UEFA yang penuh hingar bingar, laga antara Selandia Baru kontra Bahrain sepertinya nyaris tak terdengar. Padahal, Sabtu (14/11/2009) lusa keduanya akan menjalani duel hidup mati dalam laga Leg I playoff antara posisi lima AFC (Asia) vs juara OFC (Oceania).
Selandia Baru lolos ke babak playoff sebagai juara Zona Oceania. Meski bukan tim besar, Piala Dunia sesungguhnya bukan hal baru buat negara tersebut.
Piala Dunia 1982 di Spanyol menjadi momentum bersejarah buat Selandia Baru karena di sanalah mereka untuk kali pertama mentas di turnamen sepakbola paling akbar. Tergabung di Grup 6, All Whites cuma jadi penggembira karena duduk di posisi juru kunci setelah menderita kekalahan atas Brasil, Skotlandia dan Rusia.
Selanjutnya negara tersebut selalu gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. Kecuali jadi juara Piala OFC, Selandia Baru tak punya prestasi mentereng di pentas internasional.
Kebuntuan tersebut berpeluang dipatahkan pada Sabtu lusa. Menjalani Leg II di kandang sendiri, kemenangan akan memastikan skuad besutan Ricki Herbert kembali menapak Piala Dunia. Peluang mewujudkan hal tersebut terhitung besar karena di Leg I lalu mereka berhasil menahan Bahrain 0-0.
Buat Bahrain laga ini juga akan sangat bersejarah karena menjadi peluang mereka lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama. Empat tahun lalu Bahrain sesungguhnya juga melangkah ke playoff, namun mereka ditundukkan Trinidad & Tobbago dengan skor ketat 0-1.
Perjuangan Bahrain untuk sampai ke playoff dan tarung dengan wakil OFC terhitung sulit dan sangat panjang. Setelah mudah menundukkan Malaysia dengan 1-4 di kualifikasi pertama, Bahrain duduk di posisi dua Kualifikasi II, yang diisi oleh empat tim. Hasil tersebut sudah cukup meloloskan Bahrain ke Kualifikasi III.
Di Kualifikasi III Bahrain kalah bersaing dengan Australia dan Jepang yang membuat mereka harus puas finis di posisi tiga. Hasil tersebut mamaksa anak didik Milan Macala harus menjalani playoff. Hebatnya, Bahrain mampu menundukkan Arab Saudi di playoff I dengan keunggulan produktivitas tandang. Skor-2-2 itulah yang akhirnya mengantar negara tersebut menantang sang juara OFC, Selandia Baru.
"Akan ada banyak kesempatan dalam pertandingan nanti dan saya berharap sebuah pertandingan terbuka. Satu gol mungkin sudah cukup buat kami, tapi kami tak pernah menganggapnya sebagai sesuatu yang mudah," ungkap Milan Macala di situs resmi FIFA.
Di sisi lain pelatih Selandia Baru, Ricki Herbert mengaku sangat optimistis bisa menang. Faktor tuan rumah dan hasil imbang di laga pertama jadi modal berharga buat Ryan Nelsen dkk.
"Kami butuh menjalani pertandingan dengan keyakinan dan positif. Kami harus memiliki hasrat itu dan memompa adrenalin atau kami jadi tak memiliki pemain yang kami butuhkan dalam laga itu," tegas Herbert.
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dibanding playoff Zona UEFA yang penuh hingar bingar, laga antara Selandia Baru kontra Bahrain sepertinya nyaris tak terdengar. Padahal, Sabtu (14/11/2009) lusa keduanya akan menjalani duel hidup mati dalam laga Leg I playoff antara posisi lima AFC (Asia) vs juara OFC (Oceania).
Selandia Baru lolos ke babak playoff sebagai juara Zona Oceania. Meski bukan tim besar, Piala Dunia sesungguhnya bukan hal baru buat negara tersebut.
Piala Dunia 1982 di Spanyol menjadi momentum bersejarah buat Selandia Baru karena di sanalah mereka untuk kali pertama mentas di turnamen sepakbola paling akbar. Tergabung di Grup 6, All Whites cuma jadi penggembira karena duduk di posisi juru kunci setelah menderita kekalahan atas Brasil, Skotlandia dan Rusia.
Selanjutnya negara tersebut selalu gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. Kecuali jadi juara Piala OFC, Selandia Baru tak punya prestasi mentereng di pentas internasional.
Kebuntuan tersebut berpeluang dipatahkan pada Sabtu lusa. Menjalani Leg II di kandang sendiri, kemenangan akan memastikan skuad besutan Ricki Herbert kembali menapak Piala Dunia. Peluang mewujudkan hal tersebut terhitung besar karena di Leg I lalu mereka berhasil menahan Bahrain 0-0.
Buat Bahrain laga ini juga akan sangat bersejarah karena menjadi peluang mereka lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama. Empat tahun lalu Bahrain sesungguhnya juga melangkah ke playoff, namun mereka ditundukkan Trinidad & Tobbago dengan skor ketat 0-1.
Perjuangan Bahrain untuk sampai ke playoff dan tarung dengan wakil OFC terhitung sulit dan sangat panjang. Setelah mudah menundukkan Malaysia dengan 1-4 di kualifikasi pertama, Bahrain duduk di posisi dua Kualifikasi II, yang diisi oleh empat tim. Hasil tersebut sudah cukup meloloskan Bahrain ke Kualifikasi III.
Di Kualifikasi III Bahrain kalah bersaing dengan Australia dan Jepang yang membuat mereka harus puas finis di posisi tiga. Hasil tersebut mamaksa anak didik Milan Macala harus menjalani playoff. Hebatnya, Bahrain mampu menundukkan Arab Saudi di playoff I dengan keunggulan produktivitas tandang. Skor-2-2 itulah yang akhirnya mengantar negara tersebut menantang sang juara OFC, Selandia Baru.
"Akan ada banyak kesempatan dalam pertandingan nanti dan saya berharap sebuah pertandingan terbuka. Satu gol mungkin sudah cukup buat kami, tapi kami tak pernah menganggapnya sebagai sesuatu yang mudah," ungkap Milan Macala di situs resmi FIFA.
Di sisi lain pelatih Selandia Baru, Ricki Herbert mengaku sangat optimistis bisa menang. Faktor tuan rumah dan hasil imbang di laga pertama jadi modal berharga buat Ryan Nelsen dkk.
"Kami butuh menjalani pertandingan dengan keyakinan dan positif. Kami harus memiliki hasrat itu dan memompa adrenalin atau kami jadi tak memiliki pemain yang kami butuhkan dalam laga itu," tegas Herbert.
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 14:56 WIB
Carragher Dukung Gerrard Jadi Kapten Inggris
-
Jumat, 10/02/2012 13:08 WIB
Capello Diyakini Akan Diincar Inter & Juve
-
Jumat, 10/02/2012 10:52 WIB
Wenger Tak Tertarik Tangani Inggris
-
Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
-
Kamis, 09/02/2012 21:13 WIB
Cari yang Terbaik, FA Belum Coret Kandidat Asing
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 10:48 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Giggs: Jangan Sampai Disalip Liverpool, MU!
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Jumat, 10/02/2012 11:42 WIB
Madrid Juga Tertarik Van Persie
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Jumat, 10/02/2012 15:16 WIB
Barca Mau Final Copa del Rey di Bernabeu
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 14:14 WIB
Suara Del Piero Sadarkan Bocah yang Koma
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)


