Mana Jabat Tanganmu, Guus?
Kamis, 19/11/2009 07:51 WIB

ist.
Terkait
Maribor - Slovenia merusak catatan bagus Guus Hiddink di Kualifikasi Piala Dunia. Tapi itu seharusnya tak jadi alasan buat Meneer Belanda itu untuk tidak mengucap selamat pada lawan.
Hiddink tak diragukan lagi merupakan salah satu pelatih paling sukses yang pernah dimiliki Belanda. Selain trek rekornya yang sangat panjang bersama banyak tim papan atas Eropa, Hiddink juga dikenal sebagai spesialis Piala Dunia.
Sejak tahun 1998, pria 63 tahun itu selalu berhasil membawa tim yang dibesutnya lolos ke putaran final Piala Dunia. Berawal dengan Belanda di 1998, dia kemudian mencetak sejarah bersama Korea Selatan di tahun 2002. Tiga tahun lalu Hiddink juga sukses lolos ke Jerman bersama timnas Australia.
Malang buatnya catatan impresif tersebut berhenti di Piala Dunia 2010. Setelah cuma bisa mengantar Rusia duduk di posisi dua babak kualifikasi Grup 4, Hiddink gagal melewati hadangan Slovenia di babak playoff.
Kemenangan 2-1 di leg I gagal dipertahankan pada pertemuan kedua, di mana Rusia takluk 0-1. Andrei Arshavin dkk pun dipaksa melupakan Piala Dunia 2010 karena kalah agresivitas gol tandang.
Sayangnya, kegagalan tersebut tak bisa ditanggapi Hiddink dengan jiwa besar. Seperti diklaim pelatih Slovenia, Matjaz Kek, Hiddink sama sekali tak berjabat tangan dengannya usai laga dinihari tadi.
"Mr Hiddink adalah salah satu pelatih terbaik, seorang gentleman dan saya yakin ini menjadi hari yang tak mudah buatnya. Tapi saya juga layak mendapat jabat tangan," ungkap Matjaz usai pertandingan seperti diberitakan Reuters.
Sikap dingin yang ditunjukkan Hiddink tak cuma terjadi di pinggir lapangan. Hingga konferensi pers digelar, kedua pelatih itu sama sekali tak saling bertegur sapa. ( din / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hiddink tak diragukan lagi merupakan salah satu pelatih paling sukses yang pernah dimiliki Belanda. Selain trek rekornya yang sangat panjang bersama banyak tim papan atas Eropa, Hiddink juga dikenal sebagai spesialis Piala Dunia.
Sejak tahun 1998, pria 63 tahun itu selalu berhasil membawa tim yang dibesutnya lolos ke putaran final Piala Dunia. Berawal dengan Belanda di 1998, dia kemudian mencetak sejarah bersama Korea Selatan di tahun 2002. Tiga tahun lalu Hiddink juga sukses lolos ke Jerman bersama timnas Australia.
Malang buatnya catatan impresif tersebut berhenti di Piala Dunia 2010. Setelah cuma bisa mengantar Rusia duduk di posisi dua babak kualifikasi Grup 4, Hiddink gagal melewati hadangan Slovenia di babak playoff.
Kemenangan 2-1 di leg I gagal dipertahankan pada pertemuan kedua, di mana Rusia takluk 0-1. Andrei Arshavin dkk pun dipaksa melupakan Piala Dunia 2010 karena kalah agresivitas gol tandang.
Sayangnya, kegagalan tersebut tak bisa ditanggapi Hiddink dengan jiwa besar. Seperti diklaim pelatih Slovenia, Matjaz Kek, Hiddink sama sekali tak berjabat tangan dengannya usai laga dinihari tadi.
"Mr Hiddink adalah salah satu pelatih terbaik, seorang gentleman dan saya yakin ini menjadi hari yang tak mudah buatnya. Tapi saya juga layak mendapat jabat tangan," ungkap Matjaz usai pertandingan seperti diberitakan Reuters.
Sikap dingin yang ditunjukkan Hiddink tak cuma terjadi di pinggir lapangan. Hingga konferensi pers digelar, kedua pelatih itu sama sekali tak saling bertegur sapa. ( din / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
-
Kamis, 09/02/2012 21:13 WIB
Cari yang Terbaik, FA Belum Coret Kandidat Asing
-
Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
-
Kamis, 09/02/2012 13:07 WIB
Bursa Pelatih Baru Inggris: Redknapp, Mourinho Sampai Beckham
-
Kamis, 09/02/2012 12:07 WIB
Data dan Fakta Fabio Capello
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Jumat, 10/02/2012 06:10 WIB
Mertesacker Kini Tak Lagi Rasakan Liburan Musim Dingin
- Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
- Kamis, 09/02/2012 22:52 WIB
Timnas U-21 Asah Kemampuan
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message





(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)
.gif)


