Derby d'Italia Mulai Panas oleh Isu Rasis

Andi Abdullah Sururi - detiksport
Selasa, 24/11/2009 12:49 WIB

Mario Balotelli (REUTERS)

Turin - Isu rasis mulai membayang-bayangi Derby d'Italia, yang bahkan masih dua pekan lagi. Tanpa ada Mario Balotelli di lapangan pun, fans Juventus sudah memberi "panjar" pada bomber Inter Milan tersebut.

Potensi pertarungan kurang sehat itu muncul hari Minggu lalu, ketika Juve menjamu Udinese di Turin dalam pertandingan Seri A. Di sebuah seksi penonton, sempat terdengar suara-suara yang ditujukan bukan untuk para pemain yang saat ini ada di lapangan.

"Se saltelli muore Balotellli", demikian teriakan-teriakan tersebut, yang artinya kurang lebih "Kalau kamu melompat-lompat, kamu akan mati, Balotelli".

Demi melihat gelagat tak baik dari suporternya, pemandu acara di stadion sempat memperingatkan mereka supaya tidak berbuat "rasis".

Boleh jadi tidak ada unsur rasis dalam kalimat tersebut, tapi tetap menyemburkan aroma tak sedap menjelang pertarungan kedua tim pada 5 Desember. Yang tak kalah penting adalah seperti memunculkan lagi kenangan buruk di musim lalu.

Ketika itu di kandang sendiri, sekelompok suporter Bianconeri menghina dan mencemooh Balotelli. "Seorang hitam tak bisa menjadi orang Italia", demikian antara lain perlakukan rasis tersebut.

Pemain Italia berdarah Ghana itu memang menjadi "favorit" fans Juve untuk dicibir karena kelakuannya dianggap menyebalkan. Atas kejadian itu Juve dihukum dan bermain tanpa penonton di pertandingan kandang berikutnya.

"Tidak masuk akal, menghina pemain yang bahkan tidak ada di lapangan," keluh gelandang Juve, Momo Sissoko, tentang perilaku sebagian fans timnya itu. "Saya berharap hal-hal ini tidak terjadi lagi."

"Saya menentang segala jenis penghinaan dan deskriminasi ras. Tapi jika Anda pergi ke banyak pertandingan, hal-hal seperti itu tidaklah mengherankan. Banyak penghinaan yang Anda dengar di seisi stadion," timpal pelatih Ciro Ferrara, dikutip AFP.

"Saya pernah jadi pemain dan saya ingat cibiran-cibiran itu. Vesuvius (kelompok ultras Napoli) membakar semuanya. Saya ingat dan itu menyakitkan," sambung mantan bek timnas Italia yang pernah membela Napoli itu.

"Benar sih, fans sudah bayar untuk masuk stadion. Tapi itu tidak berarti mereka punya hak untuk menyinggung dan menyerang orang lain."
( a2s / key )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru