Forum Sport
Berita Lain
- Senin, 22/03/2010 09:06 WIB
Indian Wells
Atasi Roddick, Ljubicic Terbaik - Senin, 22/03/2010 05:30 WIB
Indian Wells
Tekuk Wozniacki, Jankovic Raih Gelar ke-12 - Minggu, 21/03/2010 17:36 WIB
Nadal Belajar dari 'Kecelakaan' - Minggu, 21/03/2010 10:30 WIB
Indian Wells
Tekuk Soderling, Roddick ke Final - Minggu, 21/03/2010 05:45 WIB
Indian Wells
Nadal Terjungkal - Sabtu, 20/03/2010 13:53 WIB
Indian Wells
Wozniacki-Jankovic Berhadapan di Final
Indeks Berita
Baca Juga

Minggu, 29/11/2009 03:12 WIB
Davydenko Terkejut Sendiri
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Carl de Souza
Davydenko berhak atas tiket final setelah dalam pertandingan semifina yang dilangsungkan di O2 Arena, London, Sabtu (28/11/2009), ia menundukkan Roger Federer 6-2, 4-6, 7-5.
"Saya sudah lama menunggu untuk bisa mengalahkan Federer. Saya kalah 12 kali dari dia, dan mengalahkan dia di London, rasanya sangat spesial," girang Davydenko seusai laga seperti dilansir YahooSports.
Keberhasilan Davydenko mengalahkan Federer memang mengejutkan karena sang lawan adalah petenis nomor satu dunia. Di atas kertas, Federer akan mudah melumat Davydenko; tapi kenyataan berkata lain.
"Tidak, tidak lagi. Kalah 13 kali secara berturut-turut? Tidak," seloroh petenis kelahiran 28 tahun lalu itu.
Langkah Davydenko terasa lebih mengejutkan karena ia baru lolos ke World Tour Finals pada awal medio November lalu walau ia kalah di babak ketiga Paris Masters. Itu pun karena pesaingnya saat itu, Fernando Verdasco, juga kalah.
Dan meski tahun lalu Davydenko melaju ke final World Tour Finals yang saat itu masih digelar di Shanghai (kalah dari Novak Djokovic), di London ia tetaplah berstatus underdog. Apalagi, di partai pertama Davydenko kembali takluk di tangan Djokovic.
Tapi perlahan status itu ia kikis. Di laga kedua, Davydenko membuat kejutan ketika mempecudangi Rafael Nadal sekaligus menghabisi peluang sang lawan. Tiket semifinal akhirnya digenggam Davydenko setelah di laga terakhir Grup B ia menang atas Robin Soderling.
"Saya sangat terkejut dengan hasil bagus yang saya petik di masa sulit seperti ini," ujar Davydenko.
Keberhasilan melangkah ke final ini menjadi pembuktian bahwa Davydenko belum habis, terutama oleh rongrongan skandal judi yang menghantamnya dua tahun silam.
Seperti diketahui, pada Agustus 2007 Davydenko dituding terlibat skandal judi karena mundur dari sebuah turnamen di Polandia. Saat itu, sebuah rumah judi membatalkan taruhan karena melihat ada pola taruhan yang tidak lazim.
"Saya tahu hal itu akan selalu ada di benak Anda. Di mana saja, jika saya bermain di sebuah turnamen, media selalu saja menanyakan perihal taruhan," keluh Davydenko.
"Di setiap turnamen yang saya ikuti, berat sekali untuk bermain. Saya sempat ingin berhenti selama beberapa bulan. Tapi saya tidak tahu. Mungkin karena saya punya pelatih bagus, keluarga yang mendukung. Saya punya kesempatan lagi," tuntasnya.
( arp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).




