Piala Dunia 2010
Piala Dunia 33 Tim, Mungkinkah?
Selasa, 01/12/2009 14:09 WIB

AFP
Jakarta - Jumlah 32 tim yang berhak lolos ke Piala Dunia bukan sekadar demi kemudahan membuat grup dan skema kompetisi. Rasa keadilan dari kelima zona jadi salah satu pertimbangan. Jika begitu, pantaskah Republik Irlandia menyusul ke Afsel?
Tiga hari jelang pengundian grup Piala Dunia 2010 kabar mengejutkan terdengar dari Republik Irlandia. Menyusul kegagalan lolos dari babak playoff Kualifikasi Piala Dunia, mereka meminta satu tempat tambahan untuk bisa berpartisipasi di Afrika Selatan 2010.
Permintaan tersebut mungkin terdengar menggelikan lantara FIFA sudah membuat aturan baku soal gelaran Piala Dunia. Namun Sepp Blatter sepertinya menanggapi dengan serius harapan yang diajukan Robbie Keane dkk tersebut.
Kalau kemudian FIFA benar mengabulkan permintaan Republik Irlandia tersebut, publik sepakbola dunia justru bisa makin dibuat bertanya-tanya. Meski jadi korban sebuah gol kontroversial, menyelipkan Republik Irlandia akan memunculkan banyak masalah lain.
Pertanyaan pertama tentu saja soal kepantasan Republik Irlandia lolos ke Piala Dunia. Gol yang dibuat William Gallas memang diawali kontroversi karena Thierry Henry dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan. Namun andaikan gol tersebut tidak terjadi, Republik Irlandia belum tentu keluar sebagai pemilik sah tiket ke Afsel 2010.
Dengan skor agregat sama kuat 1-1, pertandingan harus dilanjutkan melalui adu penalti. Dari adu tos-tosan ini, Prancis harusnya juga dianggap punya peluang lolos.
Membiarkan Republik Irlandia bermain di Afrika Selatan juga akan menjadi preseden buruk buat FIFA. Nantinya dikhawatirkan akan banyak tim menuntut hal yang sama jika merasa kalah akibat hasil laga kontroversial. Padahal kontroversi, kelalaian wasit dan segala bentuk kekurangan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari dunia sepakbola.
Ketidakadilan, sayangnya, masih sering terjadi hampir setiap pekan di berbagai kompetisi dunia. Tapi tugas FIFA harusnya mencari solusi atas masalah tersebut. Penambahan hakim garis dan goal line technology jadi keputusan yang lebih bijak dibanding meloloskan Republik Irlandia.
Sulit pula rasanya jika membayangkan ada 33 negara berpartisipasi di Piala Dunia 2010 nanti. Konsekuensi yang paling masuk akan dari hal tersebut adalah akan adanya sebuah grup yang diisi lima negara, bukannya empat.
Siapapun yang berada satu grup dengan Republik Irlandia hampir dipastikan akan mengajukan protes karena harus menjalani laga lebih banyak. Ini terkait kondisi fisik pemain.
Hal terakhir adalah soal azas keadilan terhadap enam zona sepakbola yang ada (UEFA, AFC, CONMEBOL, CONCACAF, OFC dan CAF). Meski kerap masih dapat protes, FIFA selama ini sudah punya perhitungan yang rumit terkait jumlah wakil dari masing-masing zona. Penambahan wakil dari salah satu zona bisa memunculkan kecemburuan di wilayah lain.
Jadi, bagaimana Komite Eksekutif FIFA akhirnya memutuskan masalah ini dalam pertemuan yang akan dilangsungkan Rabu (2/12/2009) besok?
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tiga hari jelang pengundian grup Piala Dunia 2010 kabar mengejutkan terdengar dari Republik Irlandia. Menyusul kegagalan lolos dari babak playoff Kualifikasi Piala Dunia, mereka meminta satu tempat tambahan untuk bisa berpartisipasi di Afrika Selatan 2010.
Permintaan tersebut mungkin terdengar menggelikan lantara FIFA sudah membuat aturan baku soal gelaran Piala Dunia. Namun Sepp Blatter sepertinya menanggapi dengan serius harapan yang diajukan Robbie Keane dkk tersebut.
Kalau kemudian FIFA benar mengabulkan permintaan Republik Irlandia tersebut, publik sepakbola dunia justru bisa makin dibuat bertanya-tanya. Meski jadi korban sebuah gol kontroversial, menyelipkan Republik Irlandia akan memunculkan banyak masalah lain.
Pertanyaan pertama tentu saja soal kepantasan Republik Irlandia lolos ke Piala Dunia. Gol yang dibuat William Gallas memang diawali kontroversi karena Thierry Henry dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan. Namun andaikan gol tersebut tidak terjadi, Republik Irlandia belum tentu keluar sebagai pemilik sah tiket ke Afsel 2010.
Dengan skor agregat sama kuat 1-1, pertandingan harus dilanjutkan melalui adu penalti. Dari adu tos-tosan ini, Prancis harusnya juga dianggap punya peluang lolos.
Membiarkan Republik Irlandia bermain di Afrika Selatan juga akan menjadi preseden buruk buat FIFA. Nantinya dikhawatirkan akan banyak tim menuntut hal yang sama jika merasa kalah akibat hasil laga kontroversial. Padahal kontroversi, kelalaian wasit dan segala bentuk kekurangan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari dunia sepakbola.
Ketidakadilan, sayangnya, masih sering terjadi hampir setiap pekan di berbagai kompetisi dunia. Tapi tugas FIFA harusnya mencari solusi atas masalah tersebut. Penambahan hakim garis dan goal line technology jadi keputusan yang lebih bijak dibanding meloloskan Republik Irlandia.
Sulit pula rasanya jika membayangkan ada 33 negara berpartisipasi di Piala Dunia 2010 nanti. Konsekuensi yang paling masuk akan dari hal tersebut adalah akan adanya sebuah grup yang diisi lima negara, bukannya empat.
Siapapun yang berada satu grup dengan Republik Irlandia hampir dipastikan akan mengajukan protes karena harus menjalani laga lebih banyak. Ini terkait kondisi fisik pemain.
Hal terakhir adalah soal azas keadilan terhadap enam zona sepakbola yang ada (UEFA, AFC, CONMEBOL, CONCACAF, OFC dan CAF). Meski kerap masih dapat protes, FIFA selama ini sudah punya perhitungan yang rumit terkait jumlah wakil dari masing-masing zona. Penambahan wakil dari salah satu zona bisa memunculkan kecemburuan di wilayah lain.
Jadi, bagaimana Komite Eksekutif FIFA akhirnya memutuskan masalah ini dalam pertemuan yang akan dilangsungkan Rabu (2/12/2009) besok?
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 10/02/2012 13:08 WIB
Capello Diyakini Akan Diincar Inter & Juve
-
Jumat, 10/02/2012 10:52 WIB
Wenger Tak Tertarik Tangani Inggris
-
Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
-
Kamis, 09/02/2012 21:13 WIB
Cari yang Terbaik, FA Belum Coret Kandidat Asing
-
Kamis, 09/02/2012 19:45 WIB
Pearce Manajer Sementara Inggris, Capello Ucapkan Terima Kasih
- Jumat, 10/02/2012 02:00 WIB
Ambrosini: Jangan 'Mendongeng' di Ruang Pers, Chiellini!
- Jumat, 10/02/2012 00:39 WIB
AVB: Capello Mundur, Jangan Salahkan Chelsea
- Jumat, 10/02/2012 09:36 WIB
Vieira: Semua Orang Seperti Tak Ingin City Menang
- Jumat, 10/02/2012 07:27 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Dalglish Harapkan Partai Seru yang 'Bersih'
- Kamis, 09/02/2012 19:18 WIB
Ibra Tampar Storari?
- Jumat, 10/02/2012 10:48 WIB
Jelang MU vs Liverpool
Giggs: Jangan Sampai Disalip Liverpool, MU!
- Kamis, 09/02/2012 22:43 WIB
Yosua Pahabol Ingin Seperti Boaz Salossa
- Jumat, 10/02/2012 01:43 WIB
Kisruh di Ajax, Beberapa Petinggi Klub Mundur
- Jumat, 10/02/2012 11:42 WIB
Madrid Juga Tertarik Van Persie
- Jumat, 10/02/2012 00:51 WIB
'Milan Sedang Butuh Dukungan, Bukan Kritikan'
- Senin, 06/02/2012 01:01 WIB
Sempat Tertinggal Tiga Gol, MU Imbangi Chelsea
- Senin, 06/02/2012 04:12 WIB
'Seharusnya MU Dapat 4 Penalti dan Cahill Dikartu Merah'
- Minggu, 05/02/2012 23:00 WIB
Roma Lumat Inter 4-0
- Selasa, 07/02/2012 19:30 WIB
Kerusuhan Warnai Laga Persija vs Persipura
- Senin, 06/02/2012 09:09 WIB
Tentang Penalti-penalti 'Setan Merah'
- Senin, 06/02/2012 00:21 WIB
KPSI Kongres Tahunan, Teruskan Rencana KLB
- Jumat, 03/02/2012 17:37 WIB
Rusuh, Persija vs Persiwa Dihentikan
- Jumat, 03/02/2012 18:29 WIB
Laga Dilanjutkan, Persija Dikalahkan Persiwa 1-2
- Kamis, 09/02/2012 04:54 WIB
Lewati Valencia, Barca Hadapi Bilbao di Final
- Senin, 06/02/2012 17:02 WIB
Tak Urus KPSI, PSSI akan Bertemu DPR




Sending your message





(2).gif)

---125x125.gif)

.gif)
.gif)


