Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga



Selasa, 21/10/2008 22:53 WIB

'Kompetisi ISL Jangan Ganggu Timnas'
Lily Indriyani - detiksport


Jakarta - Kerap berubahnya jadwal Indonesia Super League membuat pelatih timnas Indonesia Benny Dollo uring-uringan. Pasalnya, perubahan jadwal itu membuat persiapan tim nasional terganggu.

November mendatang timnas Indonesia dijadwalkan akan turun berlaga pada ajang Grand Royal Challenge di Myanmar. Namun, persiapan untuk berlaga di turnamen tersebut diramalkan bakal tak maksimal karena terganggu perubahan jadwal ISL.

Padahal event yang dijadikan sebagai ajang pemanasan bagi skuad "Merah Putih" sebelum Piala AFF Suzuki tersebut sedianya bakal diisi oleh pemain-pemain terbaik Indonesia. Namun apa daya, mundurnya jadwal kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia itu membuat sejumlah klub enggan memberikan para pemainnya.

Untuk itu, Pelatih tim nasional Benny Dollo berharap agar klub mau berbesar hati mengizinkan para pemainnya untuk bergabung bersama timnas. Menurutnya, pasukan "Merah-Putih" haruslah komplit untuk bisa mencapai hasil maksimal.

"Kami diberi target untuk membentuk tim ke Piala AFF. Tapi bagaimana mungkin menyiapkan kerangka timnas, kalau pemain yang dibutuhkan justru tak diizinkan berangkat ke Myanmar hanya karena masih membela klubnya di kompetisi reguler," ucap Benny kepada wartawan.

Ia juga menambahkan tak ada alasan bagi klub untuk menahan pemainnya lantaran kompetisi yang digelar bermuara pada pembentukkan skuad timnas. Terlebih pemain yang berangkat ke Myanmar sama dengan yang dipersiapkannya untuk menghadapi Piala AFF Desember mendatang.

Bagi Beny, jadwal kompetisi yang sering berganti tanggal dan tempat menjadi salah satu alasan mengapa timnas sering tak maksimal dalam menyiapkan waktu pemusatan latihan nasional (pelatnas).

"Kami sebetulnya sudah mengatur jadwal pelatnas timnas sesuai jadwal kompetisi berjalan. Namun, saat semuanya sudah disiapkan, tiba-tiba saja jadwal kompetisi berubah di tengah jalan. Yang secara otomatis, kami harus menyesuaikan lagi
waktunya,” lanjutnya.

Perubahan jadwal itu juga memaksa mantan pelatih Persita Tanggerang tersebut untuk mempersempit waktu pelatnas. Hal ini semakin menyulitkan apabila klub memerintahkan pemain yang masuk dalam timnas agar berkonsentrasi pada klub.
"Kami harus bertemu satu sama lain. Pak Rahim, saya, BTN dan BLI supaya ada jalan keluar untuk masalah ini. Jangan sampai, tujuan kompetisi guna mendapatkan timnas yang solid, malah tak maksimal. Klub harusnya memfasilitasi hal ini, bukan mempersulit,” tegas Bendol.

Adapun dua klub yang tercatat masih bertanding pasca jadwal keberangkatan timnas pada 7 November 2008 adalah PSM Makassar dan Persib Bandung. Kedua klub itu terpaksa bertanding hingga pertengahan November 2008 karena adanya perubahan jadwal akibat Pemilihan Walikota (pilwali) di kota Makassar.

Imbasnya beberapa pertandingan yang harus dilewati oleh PSM dimundurkan, yakni partai kontra Persitara Jakarta Utara dan Persib Bandung. Duel PSM kontra Persitara, yang sejatinya berlangsung pada 22 Oktober 2008, di undurkan hingga 12 November 2008. Begitu juga dengan partai menjamu Persib Bandung pada 26 Oktober 2008 bergeser hingga 15 November 2008.


( lin / roz )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)

Baca juga:


Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).