Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga



Selasa, 06/01/2009 19:48 WIB

'Penyakit Lama Timnas Kambuh Lagi'
Mohammad Resha Pratama - detiksport


Detiksport/Mohammad Resha Pratama

Jakarta - Timnas Indonesia dipaksa bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Africa Selection. Benny Dollo pun meyuarakan ketidakpuasan lantaran penyakit lama timnas yang tak mampu mencetak gol kambuh lagi.

Menjalani ujicoba pertama jelang Kualifikasi Piala Asia 2011, timnas mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan beberapa peluang. Namun hingga 3 x 30 menit durasi pertandingan, tak sekalipun gawang lawan mampu dijebol.

Soal formasi terbaru yang diterapkan dalam laga tersebut, 4-3-3, secara keseluruhan Bendol mengaku sudah puas. Yang kemudian membuatnya kecewa adalah lini depan yang masih mandul dan tak mampu memecah kebuntuan mencetak gol.  

"Formasi 4-3-3 sudah berjalan dengan baik, namun perubahan taktik satu gelandang bertahan menjadi dua gelandang bertahan dan masih paniknya pemain ketika memegang bola serta penyakit lama yang tak mampu mencetak gol di gawang lawan itu lagi-lagi menjadi masalah. Tentunya ini masih butuh perbaikan," ujar bendol pada wartawan usai ujicoba.

Kegagalan memetik kemenangan jelas mengecewakan, apalagi lawan yang dihadapi "cuma" pemain asal Afrika yang belum mendapat klub di Liga Indonesia. Namun soal pemilihan lawan tersebut, Bendol punya alasan sendiri. Pemain-pemain Afrika tersebut disebutnya memiliki karakteristik yang tak jauh berbeda dengan Oman, lawan pertama yang akan dihadapai di Kualifikasi Piala Asia.

"Mereka punya tipe permainan yang sama dari kaki ke kaki, long pass, umpan panjang seperti yang dimiliki Oman. Postur tubuh mereka juga sama dengan pemain Oman," sabung dia.

Bendol pada laga tersebut juga menurunkan tiga pemain baru yakni Rachmat Latif (PSM, bek), Jayusman (PSM, bek) dan Pieter Rumaropen (Persiwa Wamena, gelandang serang). Terkait penampilan tiga pemain tersebut, Bendol mempunyai catatat khusus.

"Jayusman dan Pieter memang kurang bermain bagus karena mereka harus beradaptasi dengan tim karena baru bergabung. Namun saya menilai Rachmat Latif cukup bagus," ujar bendol.

Kejutan lain yang dilakukan Bendol dalam laga tersebut adalah memasang M Roby sebagai gelandang bertahan. Menyoal hal tersebut mantan pelatih Arema Malang itu menilai M Roby cukup baik memainkan peran barunya. "Roby tidak jelek-jelek amat kok sebagai gelandang bertahan. Namun semua butuh evaluasi lebih lanjut," pungkas dia. ( din / din )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga:


Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).