PSSI Ditantang Blak-blakan Soal Keuangan

Rossi Finza Noor - detikSport
Minggu, 07/03/2010 21:21 WIB
FOTO:
Jakarta - ICW (Indonesia Corruption Watch) menantang PSSI untuk blak-blakan soal laporan keuangannya pada Kongres Sepakbola Nasional 30 Maret mendatang. Jika dugaan korupsi terbukti, PSSI bisa diadukan ke Kepolisian atau KPK.

"Mungkin pada bertanya, untuk apa ICW ikut-ikutan berkomentar soal PSSI? Ini karena teman-teman aktivis sepakbola nasional dan para suporter kerap meminta ICW juga untuk memantau PSSI," ujar Koordinator ICW Danang Widoyoko kepada wartawan di kantor ICW, Kalibata, Minggu (7/3/2010).

"Boleh dicari, bahkan di organisasi sebesar FIFA pun dugaan kasus suap atau pengaturan skor itu selalu ada," lanjutnya.

Dugaan korupsi dan suap di sepakbola nasional memang sempat mencuat beberapa waktu lalu, seperti halnya kasus mafia wasit dan makelar pertandingan. Bahkan sebenarnya PSSI sendiri telah membentuk satgas untuk mengusut kasus tersebut.

"Kalau memang ada dugaan demikian, maka mungkin kita bisa minta bantuan KPK dengan alat penyadapnya. Kepolisian memang punya alat penyadap, tapi itu kebanyakan dilakukan untuk menyadap teroris. Kejaksaan juga punya, tapi mungkin lebih sering dibiarkan berdebu. Hanya KPK yang cukup gencar melakukannya."

"Tetapi untuk dugaan penyuapan seperti ini adalah wewenang Kepolisian dan Kejaksaan. Oleh karenanya kita berharap agar Kepolisian dan KPK bisa bersinergi. Kalau di ranah lain mungkin seperti cicak dan buaya, mungkin di dunia olahraga Kepolisian dan KPK bisa bersatu," lanjut Danang.

Anggota ICW lainnya, Emerson Yuntho, menyebut bahwa PSSI selalu berdalih bahwa keuangan mereka selalu diaudit oleh badan keuangan. Namun, kalau memang demikian, ia pun menantang PSSI untuk blak-blakan soal laporan keuangannya.

"Kita tantang PSSI untuk blak-blakan mengenai pengelolaan keuangannya. Kalau memang demikian, mana hasil auditannya?" cetus Emerson.

Sebagai informasi, selain mendapatkan dana sponsor dari Djarum Super --sponsor untuk ISL--, PSSI juga mendapatkan dana sebesar Rp 100 juta per tahun dari Pemerintah. Dana tersebut diberikan langsung dari Mennegpora.

"PSSI itu mendapatkan dana sebesar Rp 100 juta per tahun langsung dari Mennegpora. Kalau dulu melalui KONI, kini langsung. Mungkin karena jumlahnya 'kecil', mereka jadi tidak punya pertanggungjawabannya," tukas wartawan senior Sumohadi Marsis.



( roz / arp )
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi : sales[at]detik.com
  • Klasemen
      No Team M M S K SG Nilai
      1 Juventus 21 12 9 0 33-13 45
      2 Milan 22 13 5 4 43-19 44
      3 Lazio 23 12 6 5 37-24 42
      Selengkapnya »
      No Team M M S K SG Nilai
      1 Manchester City 24 18 3 3 63-19 57
      2 Manchester United 24 17 4 3 59-24 55
      3 Tottenham Hotspur 24 15 5 4 44-25 50
      Selengkapnya »
      No Team M M S K SG Nilai
      1 Real Madrid 21 18 1 2 71-19 55
      2 Barcelona 21 14 6 1 61-13 48
      3 Valencia 21 10 7 4 31-22 37
      Selengkapnya »
      No Team M M S K SG Nilai
      1 Borussia Dortmund 20 13 4 3 45-14 43
      2 Bayern Munchen 20 13 2 5 47-14 41
      3 FC Schalke 04 20 13 2 5 46-25 41
      Selengkapnya »
  • HasilAkhir
      Tanggal Home Score Away
      07/02/2012 Liverpool 0 - 0 Tottenham Hotspur
      05/02/2012 Chelsea 3 - 3 Manchester United
      05/02/2012 Newcastle United 2 - 1 Aston Villa
      Selengkapnya »
      Tanggal Home Score Away
      07/02/2012 Granada 2 - 1 Malaga
      06/02/2012 Atletico Madrid 0 - 0 Valencia
      06/02/2012 Real Zaragoza 1 - 2 Rayo Vallecano
      Selengkapnya »
      Tanggal Home Score Away
      05/02/2012 Kaiserslautern 0 - 1 1.FC Koln
      05/02/2012 SC Freiburg 2 - 2 Werder Bremen
      05/02/2012 Hamburger SV 1 - 1 Bayern Munchen
      Selengkapnya »